Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
For
You

Gratis dan Layak Gantikan Adobe? Ini Kelebihan dan Kekurangan Affinity

kelebihan kekurangan affinity (affinity.studio).jpg
kelebihan kekurangan affinity (affinity.studio)
Intinya sih...
  • Affinity V3 gratis tanpa langganan, menghemat biaya bulanan hingga ribuan dolar dalam lima tahun.
  • Aplikasi menyediakan editing foto, desain vector, dan layout publikasi tanpa watermark atau limit export.
  • Integrasi Designer, Photo, dan Publisher dalam satu aplikasi mempercepat alur kerja dengan dukungan offline dan kompatibilitas file PSD dan Illustrator.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kelebihan dan Kekurangan Affinity kini jadi topik yang ramai dibicarakan sejak Affinity V3 resmi dirilis gratis oleh Canva.

Banyak desainer langsung membandingkannya dengan Adobe Creative Cloud.

Fenomena ini wajar, mengingat biaya langganan yang mahal membuat banyak orang mulai melirik opsi lain yang lebih masuk akal.

Sejak Oktober 2025, Affinity berubah posisi. Dari software berbayar sekali beli, kini menjadi aplikasi desain profesional gratis tanpa harus langganan.

Langkah ini langsung menggeser peta persaingan. Pelajar, freelancer, hingga kreator independen mulai bertanya, apakah sekarang saat yang tepat untuk pindah dari Adobe?

Gratis Tanpa Langganan, Daya Tarik Utama yang Sulit Diabaikan

kelebihan kekurangan affinity (affinity.studio).jpg
Gratis Tanpa Langganan, Daya Tarik Utama yang Sulit Diabaikan (affinity.studio)

Hal pertama yang paling terasa dari Affinity V3 adalah akses gratis tanpa batas waktu. Tidak ada biaya bulanan, tidak ada paket tahunan.

Bandingkan dengan Adobe Creative Cloud yang masih berada di kisaran US$55 per-bulan, selisihnya langsung terasa di awal.

Bagi banyak pengguna, freelancer pemula, mahasiswa desain, hingga kreator di negara berkembang kini bisa memakai software setara profesional tanpa harus memikirkan tagihan rutin.

Dalam lima tahun, selisih biaya bisa menembus ribuan dolar.

Sebagai software desain gratis tanpa langganan, Affinity tetap menawarkan fitur inti yang solid. Editing foto, desain vector, dan layout publikasi tersedia dalam satu ekosistem.

Pengguna tidak dibatasi watermark atau limit export, sesuatu yang sering ditemukan di aplikasi gratis lain.

Pengaruhnya begitu terasa di lapangan. Banyak pengguna yang sebelumnya hanya mengandalkan tools online sederhana kini berani mengambil proyek lebih serius.

Langkah ini juga mengubah narasi besar dalam perbandingan Affinity V3 vs Adobe Creative Cloud.

Untuk pertama kalinya, selisih harga tidak melulu soal murah dan mahal, tapi gratis versus berlangganan.

Jika sebelumnya Affinity dikenal sebagai alternatif berbayar yang lebih murah, kini posisinya bergeser.

Sekarang mulai dilihat sebagai alternatif Adobe Photoshop dan Illustrator gratis yang realistis untuk penggunaan sehari-hari.

Satu Aplikasi untuk Banyak Kebutuhan, Alur Kerja Jadi Lebih Ringkas

kelebihan kekurangan affinity (creatienest.nl).jpg
Satu Aplikasi untuk Banyak Kebutuhan, Alur Kerja Jadi Lebih Ringkas (creatienest.nl)

Perubahan besar lain di Affinity V3 terlihat dari cara aplikasinya disatukan. Designer, Photo, dan Publisher kini hadir dalam satu aplikasi.

Pengguna tidak lagi berpindah program saat mengedit foto, membuat ilustrasi, lalu menyusun layout akhir.

Bagi sebagian orang, ini terdengar sepele. Namun dalam praktik kerja harian, hal ini cukup jadi game-changer.

Waktu yang biasanya habis untuk buka - tutup aplikasi bisa dialihkan ke sesuatu yang lebih produktif.

Keunggulan ini makin relevan bagi fotografer atau desainer lepas yang menangani berbagai jenis pekerjaan.

Satu file bisa dibuka, di-edit, dan disusun tanpa konversi yang rumit.

Dukungan kerja offline juga jadi nilai tambah. Affinity berjalan penuh tanpa koneksi internet atau ketergantungan cloud.

Tidak lupa, kompatibilitas dengan file PSD dan Illustrator ikut mempermudah transisi. Meski tidak selalu sempurna, sebagian besar file bisa dibuka dan di-edit tanpa hambatan besar.

Didukung Canva, Masa Depan Terlihat Cerah tapi Tetap Mengundang Tanda Tanya

kelebihan kekurangan affinity (medcom.id).jpg
Didukung Canva, Masa Depan Terlihat Cerah tapi Tetap Mengundang Tanda Tanya (medcom.id)

Akuisisi Serif oleh Canva pada 2024 menjadi titik balik penting bagi Affinity. Sejak saat itu, arah pengembangannya berubah. Merka bukan lagi studio kecil independen, melainkan bagian dari perusahaan teknologi bernilai miliaran dolar dengan sumber daya besar.

Bagi banyak pengguna, ini kabar baik. Canva menjanjikan pembaruan gratis dan pendekatan yang tidak memaksakan fitur AI.

Janji ini cukup menenangkan, terutama bagi kreator yang ingin alat kerja stabil tanpa perubahan agresif di setiap beberapa bulannya.

Dukungan finansial yang kuat juga membuka peluang pengembangan jangka panjang.

Integrasi dengan ekosistem Canva disebut-sebut bisa menghadirkan kolaborasi real-time di masa depan.

Namun, optimisme ini tidak datang tanpa keraguan. Sebagian pengguna mulai mempertanyakan model bisnisnya. Gratis selamanya terdengar menarik, tapi pengalaman di industri aplikasi menunjukkan skema freemium sering muncul belakangan.

Kekhawatiran paling umum berkisar pada add-on berbayarnya. Template eksklusif, fitur AI opsional, atau layanan tambahan bisa saja dikunci di balik pembayaran.

Dalam konteks kelebihan dan kekurangan Affinity V3 terbaru, posisi ini masih abu-abu. Janji resmi terdengar meyakinkan, tetapi arah jangka panjang tetap bergantung pada strategi Canva. Pengguna yang ingin stabilitas penuh perlu mencermati perkembangannya dari waktu ke waktu.

Kuat untuk Kebutuhan Inti, Tapi Belum Menjawab Semua Kebutuhan Profesional

kelebihan kekurangan affinity (eraspace.com).jpg
Kuat untuk Kebutuhan Inti, Tapi Belum Menjawab Semua Kebutuhan Profesional (eraspace.com)

Saat dipakai lebih jauh, batas kemampuan Affinity V3 mulai terlihat. Untuk pekerjaan desain grafis umum, hasilnya solid. Namun ketika masuk ke workflow tingkat lanjut, keterbatasannya sulit diabaikan.

Dukungan fitur seperti 3D, animasi kompleks, atau motion graphics masih minim. Bagi studio besar atau desainer yang terbiasa dengan ekosistem plugin Adobe, perbedaannya langsung terasa. Pilihan ekstensi pihak ketiga di Affinity masih sangat terbatas.

Hal ini berpengaruh pada proyek skala besar. Integrasi dengan software lain tidak sedalam Adobe. Migrasi penuh sering kali memerlukan penyesuaian ulang alur kerja, bahkan perubahan cara berpikir dalam menyusun proyek.

Di sisi lain, fokus Affinity memang berbeda. Aplikasinya dibangun untuk pekerjaan inti yang stabil dan cepat. Untuk banyak freelancer dan kreator independen, fitur lanjutan tersebut jarang dipakai setiap hari.

Perbedaan kebutuhan inilah yang membuat penilaian jadi kontekstual. Pada banyak ulasan perbandingan Affinity V3 vs Adobe Creative Cloud, kesimpulannya serupa. Affinity unggul dalam kesederhanaan dan biaya, sementara Adobe masih memimpin di ekosistem dan fleksibilitas lanjutan.

Privasi Data dan AI, Isu yang Membuat Sebagian Pengguna Berhati-hati

kelebihan kekurangan affinity (winpoin.com).jpg
Privasi Data dan AI, Isu yang Membuat Sebagian Pengguna Berhati-hati (winpoin.com)

Masuknya Affinity ke ekosistem Canva ikut memunculkan diskusi soal privasi. Sebagian pengguna merasa tenang, sebagian lain memilih waspada.

Kekhawatiran utamanya berkaitan dengan potensi penggunaan data untuk pelatihan AI di masa depan.

Pihak Canva sudah menyatakan tidak akan memanfaatkan karya pengguna Affinity untuk pelatihan AI tanpa izin. Pernyataan ini cukup jelas di atas kertas. Namun di komunitas kreator, kepercayaan tidak selalu dibangun hanya lewat janji resmi.

Isu ini terasa sensitif bagi ilustrator dan seniman digital. Mereka terbiasa bekerja dengan file lokal dan kontrol penuh atas aset. Kekhawatiran muncul jika suatu saat pendekatan Canva berubah.

Di sinilah posisi Affinity agak unik. Saat ini, ia masih dipandang sebagai alternatif Adobe yang relatif bersih dari AI yang terlalu agresif. Pendekatan ini membuatnya menarik bagi pengguna yang menghindari integrasi otomatis dan cloud.

Namun, karena pengembangannya kini berada di tangan perusahaan besar, arah jangka panjang Affinity tetap menjadi tanda tanya.

FAQ

kelebihan kekurangan affinity (inet.detik.com).jpg
FAQ (inet.detik.com)
  1. Apakah Affinity V3 benar-benar gratis selamanya?
    Ya, Affinity V3 bisa diunduh dan digunakan gratis tanpa langganan, meski ada potensi add-on berbayar di masa depan.
  2. Apakah Affinity V3 bisa menggantikan Adobe Creative Cloud?
    Untuk kebutuhan desain inti, Affinity cukup kuat, tetapi belum ideal untuk workflow enterprise atau fitur lanjutan.
  3. Apakah file Photoshop dan Illustrator bisa dibuka di Affinity?
    Sebagian besar file PSD dan AI bisa dibuka, meski tidak selalu 100 persen sempurna.
  4. Apakah Affinity V3 membutuhkan koneksi internet?
    Tidak, Affinity V3 bisa digunakan penuh secara offline tanpa cloud.
  5. Apakah Affinity aman untuk privasi karya pengguna?
    Saat ini Canva menyatakan tidak menggunakan karya Affinity untuk pelatihan AI tanpa izin.
Share
Topics
Editorial Team
Doni Jaelani
EditorDoni Jaelani
Follow Us

Latest in Tech

See More

Review HyperX SoloCast 2: Mikrofon USB yang Tahu Kebutuhan Gamer

07 Jan 2026, 20:00 WIBTech