Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Install

Dosen Well Played: Dari Ruang Kelas ke Livestream, Buktikan Gaming Bisa Tanpa Toxic

Dosen Well Played: Dari Ruang Kelas ke Livestream, Buktikan Gaming Bisa Tanpa Toxic
Dosen Well Played (Dok. Dosen Well Played)
  • Dimas Wahyu Pratama, dosen dan wirausahawan asal Tangerang Selatan, memulai livestream MLBB pada awal 2025 melalui persona Dosen Well Played sambil tetap menjalankan tanggung jawab keluarga.
  • Ia membangun komunitas dwp.academy berlandaskan #AntiJoki, #NoToxic, dan #WellPlayed, untuk menunjukkan pemain dapat berkembang, berprestasi, serta mencapai rank tinggi secara jujur.
  • Dimas menuntaskan tantangan solo rank Eudora dari Warrior hingga Immortal dalam 500 game pada Season 40, lalu memperluas konten ke Pokémon TCG dan memanfaatkan GG.GGWP.ID untuk interaksi livestream.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di tengah kesibukannya sebagai dosen, wirausahawan, suami, dan ayah, Dimas Wahyu Pratama menemukan satu ruang yang membuatnya bisa terus menyalurkan kecintaan terhadap dunia game.

Melalui persona Dosen Well Played, pria asal Tangerang Selatan berusia 34 tahun ini membangun komunitas gaming yang tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjunjung permainan yang sehat, sportif, dan bebas toxic.

  1. Dari Wirausaha hingga Menjadi Dosen

    Sebelum dikenal sebagai Dosen Well Played, Dimas telah menjalani kehidupan sebagai wirausahawan di bidang teknologi informasi dan desain interior sejak 2016. Di tengah kesibukannya, ia juga menjadi dosen LB (Luar Biasa/Tidak Tetap).

    Perannya sebagai pengajar bermula pada masa pandemi COVID-19 pada 2020, ketika sebuah universitas di Jakarta membutuhkan tenaga ahli yang dapat mengajar secara daring.

    “Teman saya merekomendasikan kepada Kepala Program Studi universitas tersebut dan setelah itu saya memulai karier sebagai seorang dosen sambil menjalankan wirausaha saya,” tutur Dimas.

  2. Cita-Cita Menjadi Content Creator Sejak Sekolah

    Menariknya, dunia pendidikan dan gaming justru kemudian bertemu dalam perjalanan hidupnya. Dimas memang sudah memiliki ketertarikan terhadap dunia content creation sejak masa sekolah. Saat itu, ia bahkan bercita-cita menjadi seorang PokéTuber.

    Namun, kesempatan tersebut baru benar-benar diwujudkan bertahun-tahun kemudian dengan cara yang lebih realistis, yaitu menjalankan aktivitas sebagai kreator secara paralel dengan pekerjaan dan keluarganya.

    Sebagai sosok ekstrovert yang senang berkumpul, bercanda, bermain game, dan menonton Chelsea FC, dunia streaming menjadi ruang yang cocok bagi karakter Dimas.

    Dosen Well Played: Dari Ruang Kelas ke Livestream, Buktikan Gaming Bisa Tanpa Toxic
    Dosen Well Played (Dok. Dosen Well Played)
  3. Memulai Perjalanan sebagai Streamer MLBB

    Perjalanan sebagai streamer sendiri baru dimulai sekitar awal 2025, tepatnya pada Season 35 MLBB. Sebelumnya, Dimas membuat konten dengan cara sederhana.

    Ia merekam gameplay menggunakan screen recorder di ponsel, merekam facecam melalui Zoom, kemudian menggabungkannya menjadi sebuah klip.

    Keputusan untuk melakukan livestream akhirnya lahir dari keinginan sederhana untuk bersenang-senang sekaligus bertemu orang-orang baru. Namun, seiring waktu, Dimas menemukan misi yang lebih besar.

    “Pada akhirnya, saya merasa stigma gamer negatif khususnya di Indonesia sudah terlalu meresahkan. Saya ingin melawan keresahan tersebut dengan menjadi kreator yang bisa membuktikan dan menginspirasi bahwa menjadi player jago itu tidak harus toxic dan melakukan ragam kecurangan,” jelasnya.

    Dari situlah lahir tiga nilai yang menjadi identitas Dosen Well Played, yaitu #AntiJoki, #NoToxic, dan #WellPlayed.

  4. Membuktikan Gamer Bisa Berprestasi Tanpa Toxic

    Bagi Dimas, ketiga nilai tersebut bukan sekadar slogan. Ia berusaha menerapkannya dalam membangun komunitas.

    Salah satunya melalui komunitas dwp.academy yang memiliki aturan bagi setiap anggota. Ketika terjadi konflik atau pelanggaran, aturan tersebut menjadi rujukan untuk menjaga lingkungan komunitas tetap sehat.

    Pendekatan itu juga tercermin dalam gaya livestream Dosen Well Played. MLBB menjadi salah satu game utama yang ia mainkan karena menurutnya komunitas positif yang berhasil ia temukan justru menjadi alasan untuk terus bermain.

    “Bukan stress, tapi di sini kita bisa bermain dengan serius (meningkatkan rank) di saat bersamaan ketawa-ketiwi dan fun-nya masih bisa juga. Sejatinya, alasan awal orang bermain game untuk mencari kesenangan,” ujarnya.

  5. Tantangan 500 Game Menggunakan Eudora

    Kecintaannya terhadap MLBB bahkan membuat Dimas menjalani berbagai tantangan yang tidak mudah.

    Setelah sempat pensiun pada Season 26 usai mencapai Glory secara full solo menggunakan Eudora dan memperoleh titel Global #4 Eudora, ia mencoba berbagai game lain. Namun, tidak ada yang memberikan pengalaman serupa.

    Ia kemudian kembali bermain ketika tier Immortal diperkenalkan dan memulai perjalanan livestream pada Season 35.

    Salah satu pencapaian yang paling dibanggakannya datang pada Season 40, ketika ia berhasil menuntaskan tantangan Full Solo Rank Warrior-Immortal menggunakan Eudora saja.

    Dimas menyelesaikan Warrior-Glory dalam 194 game dengan win rate 73,71 persen, kemudian melanjutkan Glory-Immortal dalam 306 game. Totalnya tepat 500 game dengan win rate 61,4 persen.

    Menurut Dimas, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pemain kasual tetap memiliki peluang mencapai tier tertinggi dengan cara yang jujur, bahkan dengan keterbatasan hero dan role.

    “Dengan hero sejelek apa pun, hero pool sedikit apa pun, role seterbatas apa pun, semua casual gamer masih bisa mencapai tier tertinggi bahkan dengan metode menaikkan rank tersulit, yaitu solo,” katanya.

    Dosen Well Played: Dari Ruang Kelas ke Livestream, Buktikan Gaming Bisa Tanpa Toxic
    Dosen Well Played (Dok. Dosen Well Played)
  6. Titik Balik Bersama Jonathan Liandi

    Perjalanan Dosen Well Played juga mendapat momentum penting ketika ia mengikuti mabar VIP bersama Jonathan Liandi.

    Klip yang memperlihatkan reaksi Jonathan ketika Dimas meminta menggunakan Eudora sempat viral. Permainan Dimas kemudian mendapat pujian dan bahkan dibuatkan episode khusus di kanal Jonathan dengan label “Ratu PLN”.

    Momen tersebut menjadi salah satu titik penting yang membuat nama Dosen Well Played semakin dikenal oleh komunitas gaming.

  7. Dosen yang Juga Aktif di Dunia Esports

    Di sisi lain, identitasnya sebagai dosen justru menjadi bagian unik dari persona Dosen Well Played.

    Mahasiswa dan komunitas kampusnya sudah mengetahui aktivitas tersebut. Bahkan, komunitas mabar di lingkungan universitas berkembang menjadi UKM esports dengan Dimas sebagai pembina.

    “Status dan label Dosen membuat saya memiliki tanggung jawab lebih untuk menjadi contoh yang baik sebagai seorang gamer yang berpendidikan dan persona itu yang saya bangun di channel Dosen Well Played,” ungkapnya.

    Menurut Dimas, bermain game tidak harus dianggap sebagai aktivitas yang membuang waktu. Baginya, komunitas gaming terdiri dari orang-orang dengan latar belakang dan tanggung jawab berbeda yang kebetulan memiliki hobi serta nilai yang sama.

  8. Dari MLBB hingga Pokémon TCG

    Selain MLBB, Dimas juga mulai mengeksplorasi Pokémon TCG, hobi yang sebenarnya sudah ia minati jauh sebelum menjadi streamer.

    Ketertarikannya terhadap TCG menjadi kesempatan untuk kembali mengejar impian lama sebagai PokéTuber. Ia mulai belajar sekaligus membuat konten mengenai Pokémon TCG.

    Salah satu momen yang berkesan terjadi ketika ia melakukan livestream Pokémon sambil berjualan kartu TCG. Pelanggan pertamanya mendapatkan kartu langka Konser Roxie SAR hanya dengan membeli satu pack.

    Dimas juga dikenal sebagai penggemar EVOS. Ketertarikannya terhadap tim tersebut berangkat dari kecenderungannya memilih warna biru untuk fanbase yang ia dukung, sama seperti kecintaannya terhadap Chelsea FC.

    Dosen Well Played: Dari Ruang Kelas ke Livestream, Buktikan Gaming Bisa Tanpa Toxic
    Dosen Well Played (Dok. Dosen Well Played)
  9. Komunitas Menjadi Hadiah Terbesar

    Bertambahnya penonton dan komunitas menjadi salah satu hadiah terbesar bagi Dosen Well Played.

    Ia bahkan masih mengingat seorang anggota komunitas yang bergabung pada Agustus 2025 dengan tier Mythic, lalu berhasil mencapai Immortal dua season kemudian dan menginspirasi anggota lainnya.

    “Bermain sambil berinteraksi dengan para viewer bahkan hingga berteman di luar game merupakan kado terindah bagi para streamer,” kata Dimas.

    Bagi Dimas, pertumbuhan komunitas bukan hanya soal jumlah penonton, tetapi bagaimana para anggota bisa berkembang bersama dan membawa pengalaman positif dari dunia game ke kehidupan mereka.

  10. GG.GGWP.ID Jadi Bagian dari Perjalanan Dosen Well Played

    Untuk mendukung perjalanan tersebut, Dosen Well Played kini juga menggunakan GG.GGWP.ID, layanan dukungan untuk kreator yang membantu streamer membangun interaksi dengan komunitas sekaligus memberikan ruang bagi penggemar untuk memberikan dukungan secara langsung.

    Menurut Dimas, salah satu alasan memilih GG.GGWP.ID adalah kelengkapan fitur serta pengaturan yang memungkinkan pengalaman interaksi selama livestream dibuat lebih personal.

    GG.GGWP.ID adalah tools yang sangat membantu saya selaku streamer memiliki pilihan fitur yang lengkap dan juga terdapat banyak pengaturan sehingga bisa lebih personalized dan experience interaksi dengan para viewer dalam periode live juga menjadi lebih seru dan menyenangkan,” ujarnya.

    Kehadiran platform tersebut melengkapi perjalanan Dosen Well Played dalam membangun komunitas yang lebih dekat dengan para penontonnya.

    Ke depan, Dimas tidak memasang target angka tertentu untuk karier streaming. Ia tetap ingin realistis dengan tanggung jawab sebagai wirausahawan, dosen, dan bagian dari keluarga.

    Namun, ia terbuka jika suatu hari kesempatan menjadi full-time kreator datang dan mampu membantu mewujudkan mimpi keluarganya.

    Dalam waktu dekat, ia juga berencana menghadirkan segmen baru melalui dwp.academy untuk membantu pemain MLBB yang ingin meningkatkan kemampuan secara jujur dan terjangkau.

    Gagasan tersebut kembali menegaskan prinsip yang selama ini dibawa Dosen Well Played: membantu pemain berkembang, bukan menawarkan jalan pintas.

    Kisah Dosen Well Played pada akhirnya menunjukkan bahwa menjadi gamer tidak harus bertentangan dengan profesi, pendidikan, maupun tanggung jawab kehidupan.

    Justru melalui perpaduan tersebut, Dimas menemukan cara untuk menjadikan game sebagai ruang belajar, hiburan, sekaligus membangun komunitas.

    Dari ruang kelas hingga layar livestream, Dosen Well Played membawa satu pesan sederhana, yaitu bermain dengan baik, berkembang dengan jujur, dan tetap menyenangkan tanpa harus menjadi toxic.

    Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.

    FAQ

    Siapa Dosen Well Played?

    Dosen Well Played adalah nama beken Dimas Wahyu Pratama, seorang dosen sekaligus wirausahawan asal Tangerang Selatan yang aktif sebagai streamer dan content creator gaming, khususnya Mobile Legends: Bang Bang.

    Apa game yang sering dimainkan Dosen Well Played?

    Dosen Well Played dikenal aktif melakukan livestream Mobile Legends: Bang Bang. Ia juga mulai membuat konten Pokémon TCG dan berbagai aktivitas gaming lainnya.

    Apa prinsip yang dibawa Dosen Well Played dalam membuat konten?

    Dosen Well Played membawa tiga prinsip utama, yaitu #AntiJoki, #NoToxic, dan #WellPlayed. Ia ingin membuktikan bahwa pemain bisa berprestasi dalam game tanpa menggunakan jasa joki maupun bersikap toxic.

    Apa itu GG.GGWP.ID yang digunakan Dosen Well Played?

    kreator yang digunakan Dosen Well Played untuk membantu membangun interaksi dengan komunitas dan memberikan pengalaman livestream yang lebih personal bagi para penontonnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More