Jangan Diforsir! Lima Masalah Kesehatan Ini Rentan Diderita Atlit Esport

Ingat lur.. yang berlebihan itu gak baik! Bisa cedera parah..


GGWP.ID juga punya konten video lur! Subscribe channel Youtube GGWP.ID di sini untuk menonton GGWP.Riri dan GGWP.Skyes livestream hampir setiap hari lur! Selain itu, tentunya banyak konten-konten seru seputar esports yang kocak, serius santai, sampai bikin baper!

Menjadi gamer yang punya pekerjaan di bidang esport merupakan impian semua orang terlebih lagi jika memiliki uang yang banyak. Selain itu, menjadi seorang gamer esport juga bisa membuat seseorang menjadi terkenal.

Tentu tak mudah untuk melakukan hal tersebut karena dibutuhkan latihan yang cukup lama, hidup sehat, dan disiplin. Apalagi duduk berjam-jam tanpa olahraga dan mata menatap terus ke layar bakal membuat penyakit mendekati.

GGWP.ID kali ini ingin membahas mengenai masalah kesehatan yang rentan diderita atlit Esport.

1. Cedera Pergelangan Tangan

Ini merupakan cedera yang paling umum terjadi. Ya, ketika para para atlet ini menghabiskan berjam-jam bermain, gerakan berulang yang intens dari jari bisa memberikan tekanan kepada saraf sehingga timbulan penyakit seperti mati rasa atau kesemutan.

Sebagian besar pemain muda cenderung mengabaikan tanda-tanda awal nyeri tangan atau pergelangan tangan, berpikir bahwa tubuh mereka dapat memperbaiki dirinya sendiri pada waktunya.

Meski sepele, sakit ini bisa mengakhiri karier seseorang secara seketika!

2. Pneumotoraks

Kotaku pernah melaporkan bahwa ada enam atlet esport menderita Pneumotoraks atau collapse paru-paru dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir.

Mereka yang menderita ini sering merasa sakit di dada, bahu, atau punggung dan kesulitan bernapas.

Korelasi antara esport dan penyakitnya belum 100% jelas tetapi setelah berkonsultasi dengan para profesional medis, hal itu bisa disebabkan karena pola makan yang tidak sehat, pola hidup tidak aktif, dan teknik bernafas yang buruk.

3. Kecanduan Obat-obatan

Dalam sebuah wawancara tahun 2015, pemain CS: GO Kory “Semphis” Friesen mengatakan bahwa seluruh timnya menggunakan Adderall. Ya, itu adalah doping agar para pemain bisa fokus dan berkonsentrasi dari permainan.

Ini Dia Tiga Skin Terbaru Kolaborasi King of Fighter X Mobile Legends!

Ingat lur.. yang berlebihan itu gak baik! Bisa cedera parah..


Dengan tekanan yang super tinggi, tentu tak bisa ditolak jika esport juga berpotensi untuk membawa hal-hal seperti doping ini di masa depan.

4. Burnout dan Masalah Mental

Tekanan dan kecemasan memang harus diakui menghantui orang-orang yang berkecimpung di dunia esport secara professional. Banyak atlet esport direkrut pada usia muda dan memasuki dunia yang tidak mereka kenal.

Selain menjadi tokoh publik, mereka sering kehilangan waktu bersama keluarga karena harus latihan 12-16 jam sehari.

Gaya hidup yang penuh intensitas seperti inilah yang akhirnya membuat orang-orang mengalami burnout.

5. Kehilangan Nutrisi

Pekerjaan intens membuat atlet esport bisa kehilangan nutrisi. Kenapa? Karena nutrisi tubuh tidak dipenuhi akibat latihan yang terus menerus.

Akhirnya tubuh merespons dengan menyerap banyak nutrisi dari tubuh yang dari awal sudah kekurangan nutrisi.

Selain itu kurangnya olahraga yang melibatkan fisik juga membuat penyakit ini datang. Dampaknya atlet akan susah konsentrasi dan mengalami kelelahan.


Banner Tournament Coming Soon
Mau jadi atlet esports, tapi gak punya tim? Bingung cari turnamen esports buat diikutin? Santuy lur, GGWP.ID lagi bikin platform turnamen di tournament.ggwp.id. Di sini, kamu bisa mencari teman untuk buat tim dan juga daftar turnamen buat mengasah skill tim dan dapat hadiah! Yuk sign up dulu di sini, biar bisa langsung coba setelah resmi dirilis. GRATIS mhanks!


Tentang Penulis

Artikel Terkait

Inget rank dulu, baru stream! Tar warrior sok-sokan stream, malah ancur lur..