Laplace M Esports? Bisa! Ini 5 Hal Yang Harus Ada Jika MMORPG Ingin Jadi Esports

Gamer Indonesia yang memiliki kadar otak tidak lebih besar dari bola matanya pasti selalu mencibir apakah gim itu layak atau tidak disebut esports


GGWP.ID juga punya konten video lur! Subscribe channel Youtube GGWP.ID di sini untuk nonton livestream dan konten video esports hampir setiap hari lur! Dijamin gak bikin baper yang ada malah hepi.

Sekarang ini sepertinya gim dengan MMORPG kembali bergairah kembali setelah sempat mati suri karena adanya genre baru seperti Battle Royale dan juga MOBA. Lalu apakah bisa MMORPG jadi esports? Laplace M esports?

Semakin kekinian, semua gim yang ada entah itu gim casual atau gim kompetitif, selalu dihadapkan dengan satu pertanyaan sama. Apakah gim ini bisa dijadikan ajang pertandingan esports? Laplace M esports? Lantas bagaimana dengan nasib gim seperti MMORPG, apa syarat agar MMORPG jadi esports?

Syarat untuk sebuah gim bisa dijadikan ajang pertandingan esports sebenarnya tidak terlalu sulit dan rumit jika diperhatikan lebih baik lagi, total ada lima syarat yang mungkin memang wajib dan harus diperhatikan. Apa saja? Simak syaratnya di bawah ini.

Khsuus tim amatir aja!

Gamer Indonesia yang memiliki kadar otak tidak lebih besar dari bola matanya pasti selalu mencibir apakah gim itu layak atau tidak disebut esports


1

PvP atau GvG

laplace m esports

Nah syarat pertama yang wajib ada untuk gim tersebut agar bisa dijadikan ajang pertandingan esports adalah, fitur Player versus Player atau bahasa gaulnya PvP. Satu fitur yang memungkinkan untuk player A bertarung dengan Player B guna membuktikan siapa yang terbaik.

Namun kasusnya kali ini adalah gim MMORPG sangat jarang sekali ada pertandingan PvP satu lawan satu yang diperlombakan. Kebanyakan turnamen MMORPG yang ada melibatkan satu guild yang terdiri dari  lima hingga tujuh orang dalam satu tim.

Bertanding melawan tim lain yang juga memiliki anggota yang sama, tim tersebut biasanya terdiri dari beberapa komposisi ras serta job yang juga biasanya sudah ditentukan oleh pihak panitia agar pertandingan tersebut berjalan imbang dan tidak imbalance.

Kita tahu sendiri dalam setiap MMORPG pasti ada satu ras atau class yang bisa seorang diri membuat gim MMORPG tersebut menjadi tidak seimbang atau imbalance, bisa seorang diri menghancurkan dungeon atau boss monster yang membutuhkan kerja sama tim.

Untuk menghindari hal tersebut pembagian ras serta job sangatlah diperlukan, bahkan tidak jarang ada satu ras serta job yang dilarang untuk digunakan.

2

Level, Item dan Gear

laplace m esports

“Kalau main Dota kan jelas, heronya semua start dari level satu dan semua mutlak skill, kalau MMORPG? Misal saya masih level  50 dan lawan 99 gimana? Ga adil dong?” Pertanyaan itu sering terlontar apabila salah satu gim MMORPG mengadakan sebuah turnamen battle PvP atau GvG.

Ya memang ini merupakan kelemahan terbesar dari gim MMORPG apabila ingin mengadakan sebuah turnamen, pasti akan banyak para pemain yang tidak memiliki karakter dengan level tinggi, item bagus serta equipment dewa akan merasa sangat dirugikan.

Namun hal ini bisa ditangani dengan satu cara, biasanya pihak developer akan membuat satu server khusus event yang hanya bisa diakses oleh para peserta lomba. Di dalam server tersebut kalian akan diberikan karakter dengan level maksimal, item dan juga gear yang dianggap seimbang untuk bertanding.

Jadi pertandingan yang dituduh tidak seimbang tersebut akan bisa dijalankan dengan baik, tanpa ada embel-embel protes atau alasan kalau kalah karena karakter serta equipment kalian tidak cukup bagus.

3

Komunitas

laplace m esports

Lyto Game Festival

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum apabila sebuah gim, gim apapun itu tanpa terkecuali akan tetap bisa bertahan servernya jika memiliki komunitas yang solid. Ini merupakan satu syarat mutlak juga yang harus diperhatikan apabila gim kalian ingin memiliki title “esports ready”.

Komunitas yang solid sangatlah diperlukan agar gim tersebut tetap bertahan dan jangka panjangnya, mengadakan turnamen esports dengan gim tersebut sangatlah mungkin. Lihat saja komunitas gim fighting di Indonesia yang sangat kecil.

Namun berkaca dan belajar dari semangat para penggiat gim fighting di Indonesia, meski tanpa dukungan langsung dari pihak pengembang atau developer gim tersebut, mereka tetap eksis dan sering mengadakan turnamen esports yang menghasilkan para juara dunia seperti Meat dan juga R-tech di gim Tekken.

4

Developer, are you there?

Nah ini dia mungkin yang menjadi hal paling utama, yang juga tidak kalah pentingnya dengan poin nomor tiga. Karena kalau salah satunya tidak ada atau tidak mendukung, impian untuk menjadikan salah satu judul gim MMORPG menjadi sebuah ajang esports hanya akan jadi impian semata.

Jika komunitas sudah siap maka selanjutnya adalah tanggapan atau respon dari pihak Developer yang disampaikan melalui pihak Publisher. Untuk MMORPG terlebih lagi yang selalu membutuhkan perhatikan ekstra dari pihak Developer.

Seperti pengecekan update, bug, cheat, serta balancing untuk segala faktor yang ada di dalam gim. Karena empat hal tersebut hanya pihak Developer yang memiliki akses untuk membenahinya jika sewaktu-waktu ada yang salah.

Namun tidak jarang juga pihak developer selalu meminta dan membuntuhkan bantuan dari para penggiat di komunitas, mulai dari berupa masukan untuk update serta balancing hingga penemuan bug atau cheat di dalam gim tersebut.

Jadi akan sangat sulit bahkan tidak mungkin, untuk gim tersebut dijadikan ajang Esports apabila sudah tidak ada lagi campur tangan dari pengembang untuk membenahi apa yang salah di dalam gim.

5

Wadah Penggerak atau Promotor

Mineski Indonesia

Poin terakhir yang akan kita sebutkan ini mungkin bentuk evolusi lanjut dari poin ketiga, yaitu poin komunitas yang solid. Adanya wadah penggerak atau promotor yang biasa kita sebut, merupakan salah satu kunci sukses gim tersebut sanggup meraih banyak perhatian dari para pemain.

Jika sudah memiliki gim yang bagus, komunitas yang solid serta andil developer dalam memelihara gim tersebut, namun tidak ada yang mau maju untuk membuat dan memprakasai ide guna menjadikan gim ini sebuah ajang esports.

Maka empat poin tersebut akan menjadi percuma, jika diumpamakan empat poin awal yang disebutkan tadi adalah ide dan poin terakhir ini adalah eksekusi. Jadi jika ada ide bagus namun tidak dieksekusi dengan baik dan cermat, maka hal tersebut akan menjadi percuma.

Oleh karena itu pelaksanaan juga terbilang penting, jadi jika ada salah satu organizer atau biasanya sih publisher dalam hal ini, karena mereka yang membawa gim MMORPG tersebut masuk ke dalam satu regional memutuskan untuk membuat  sebuah turnamen.

Maka sejatinya turnamen tersebut sudah bisa kita bilang sebagai esports, meski tidak menggunakan embel-embel esports.

Nah itu tadi kira-kira lima syarat atau hal yang perlu diperhatikan jika gim MMORPG ingin kita ubah menjadai wadah atau ajang pertandingan esports, meski hal ini suda ada sejak 2003 silam jika kalian ingat ada yang namanya RIC oleh Lytogame.


Bagaimana menurut pendapat kalian tentang hal ini, jika ada masukan lain tolong sampaikan pada kolom komentar ya! Jangan lupa juga untuk share artikel ini serta tag teman kalian juga.


Banner Tournament white alt 1
Mau jadi atlet esports, tapi gak punya tim? Bingung cari turnamen esports buat diikutin? Santuy lur, GGWP.ID punya platform turnamen di GGWP.ID/tournament. Di sini, kamu bisa mencari teman untuk buat tim, buat turnamenmu sendiri, dan juga daftar turnamen buat mengasah skill plus menang hadiah! Yuk daftarin diri kamu di sini, GRATIS slur!



Tentang Penulis

Leonanda Ferry

He's known as many names, one of them is Lele Dugong!

Artikel Terkait

Ling apa yang dikejar semua orang? Ma”Ling”! h3h3h3