“Yakuza 3 selalu terasa berbeda karena ceritanya lebih personal, dan itu adalah hal utama yang ingin kami jaga.”
Interview Ryosuke Horii soal Remake Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties

- Ryosuke Horii, Chief Director di Ryu Ga Gotoku Studio, memimpin proyek Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties
- Yakuza 3 menampilkan cerita yang lebih personal, menjadi dasar utama dalam pengembangan versi Kiwami
- Combat Yakuza 3 diperbarui tanpa mengubah karakter dasar pertarungan, sementara mode Dark Ties memberikan sudut pandang baru pada antagonis penting di Yakuza 3
Sebagai Chief Director di Ryu Ga Gotoku Studio, Ryosuke Horii memegang peran penting dalam menentukan arah kreatif seri Yakuza. Tantangan terbesarnya bukan hanya memperbarui aspek teknis, tetapi juga menjaga identitas cerita yang sudah melekat kuat di benak penggemarnya. Hal itu pula yang menjadi dasar ketika ia memimpin proyek Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties.
Yakuza 3 dan Cerita yang Lebih Personal
Bagi Horii, Yakuza 3 selalu menempati posisi yang unik dalam seri Yakuza. Game yang pertama kali dirilis pada 2009 ini bukan dikenal karena konflik terbesar atau kota tersibuk, melainkan karena pendekatan ceritanya yang lebih personal. Di sinilah Kazuma Kiryu diperlihatkan sebagai figur pelindung dan ayah, jauh dari citra gangster yang selama ini melekat.
Pendekatan inilah yang menjadi fondasi utama dalam pengembangan versi Kiwami. Tim ingin memastikan sisi emosional tersebut tetap menjadi inti pengalaman bermain.

Remake Bukan Sekadar Nostalgia
Horii menegaskan bahwa Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties tidak dirancang sebagai proyek nostalgia semata. Menurutnya, kenangan pemain terhadap versi lama tidak selalu mencerminkan pengalaman bermain yang ideal jika diterapkan langsung ke standar game modern.
“Kami tidak ingin remake ini hanya hidup dari nostalgia, tapi benar-benar terasa relevan untuk pemain sekarang.”
Karena itu, versi Kiwami tetap dibuka dengan kehidupan Kiryu di Okinawa yang tenang, lengkap dengan interaksinya di panti asuhan Morning Glory. Tempo pelan ini sengaja dipertahankan agar pemain memiliki konteks emosional yang kuat sebelum konflik berkembang lebih jauh.

Combat Diperbarui, Tetap Setia pada Karakternya
Perubahan paling terasa hadir di sistem pertarungan. Combat Yakuza 3 versi asli kerap dianggap kaku oleh standar modern. Di versi Kiwami, sistem ini dirancang ulang agar terasa lebih solid dan responsif, tanpa mengubah karakter dasar pertarungan yang lebih berat dan penuh tekanan. Fokusnya bukan membuat pertarungan lebih cepat, tetapi memastikan setiap pukulan memiliki dampak yang jelas.
Dark Ties dan Sudut Pandang Baru
Elemen baru terbesar dalam remake ini adalah Dark Ties. Mode ini menghadirkan sudut pandang Yoshitaka Mine, antagonis penting di Yakuza 3. Horii menjelaskan bahwa Mine sejak lama dianggap sebagai karakter yang menarik, tetapi belum mendapat ruang cerita yang cukup di versi orisinal.
“Dark Ties dibuat agar pemain bisa memahami Mine, bukan hanya melihatnya sebagai antagonis.”
Melalui mode ini, pemain diajak memahami konflik dan motivasi Mine secara langsung lewat gameplay.

Menjembatani Pemain Lama dan Baru
Pada akhirnya, Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties dirancang sebagai jembatan antara dua generasi pemain. Penggemar lama diharapkan menemukan versi Yakuza 3 yang lebih matang, sementara pemain baru bisa masuk tanpa harus terikat sepenuhnya pada versi 2009. Dengan rilis yang dijadwalkan pada 12 Februari 2026, remake ini menjadi bukti bahwa RGG Studio tidak hanya ingin mengulang masa lalu, tetapi juga berani menyempurnakannya.


















