Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
For
You

Polemik IGRS di Steam, Komdigi Lakukan Investigasi Mendalam

Polemik IGRS di Steam, Komdigi Lakukan Investigasi Mendalam
Berbagai Sumber
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Komdigi melakukan investigasi mendalam terkait kejanggalan label rating usia IGRS di platform Steam setelah muncul perbedaan mencolok antara konten game dan klasifikasi yang tertera.
  • Pemerintah melibatkan komunitas gamer, asosiasi industri, dan pelaku game untuk menelusuri penyebab ketidaksesuaian rating serta memperkuat akurasi sistem klasifikasi usia di Indonesia.
  • Steam telah menghapus label IGRS bermasalah sambil menjalankan penyelidikan internal, sementara Komdigi menegaskan pentingnya perlindungan konsumen dan kepastian bagi industri game nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah melakukan investigasi mendalam terkait polemik penerapan sistem klasifikasi Indonesia Game Rating System (IGRS) di platform distribusi game digital Steam.

Penyelidikan ini dilakukan setelah muncul berbagai kejanggalan pada label rating usia sejumlah game di Steam yang sempat ramai diperbincangkan oleh komunitas gamer di Indonesia.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menyebut pihaknya menilai situasi tersebut cukup janggal sehingga perlu ditelusuri lebih lanjut.

“Ini sangat aneh menurut kami, dan sangat janggal. Makanya, kita melakukan investigasi ini untuk menentukan apa sebenarnya permasalahannya, baik di internal Komdigi maupun di eksternal dari pihak Steam,” ujar Sonny, seperti dilansir dari Antara News pada Kamis (9/4/2026).

Table of Content

Libatkan Komunitas dan Industri Game

Libatkan Komunitas dan Industri Game

Dalam proses investigasi tersebut, Komdigi tidak hanya melakukan evaluasi secara internal. Sonny menyebut pemerintah juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan di industri game Indonesia.

Beberapa pihak yang dilibatkan antara lain komunitas gamer, asosiasi industri, hingga pelaku industri game. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi secara menyeluruh penyebab munculnya klasifikasi usia yang dinilai tidak sesuai dengan konten game di Steam.

Pendekatan terbuka ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai permasalahan yang terjadi, sekaligus memastikan bahwa sistem rating game di Indonesia dapat berjalan lebih akurat.

Steam Sudah Hapus Label IGRS

Di tengah proses investigasi tersebut, pihak Steam sebelumnya juga telah mencabut label rating IGRS yang sempat muncul di halaman sejumlah game di platform mereka.

Menurut Sonny, langkah tersebut diambil oleh Steam sambil melakukan penyelidikan internal terkait penyebab munculnya rating yang tidak sesuai.

“Jadi sudah tidak ada lagi rating yang janggal dan aneh itu. Sudah di-take down oleh Steam sambil mereka melakukan investigasi internal mereka,” jelasnya.

Seperti diketahui, polemik ini mencuat setelah sejumlah gamer menemukan game dengan konten kekerasan atau seksual justru diberi label 3+, sementara beberapa game populer malah dilabeli tidak layak didistribusikan di Indonesia.

Komdigi Ingin Perkuat Perlindungan Konsumen

Sonny menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan ini jika ditemukan masalah dalam implementasi sistem IGRS. Hal tersebut penting untuk memastikan perlindungan bagi konsumen sekaligus memberikan kepastian bagi industri game.

“Kita tidak boleh lagi membiarkan kondisi di mana lebih dari 10 tahun, konsumen dan industri tidak mendapatkan perlindungan dan kepastian yang memadai dalam hal rating usia,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap produk digital yang dijual dan didistribusikan di Indonesia seharusnya memiliki klasifikasi usia yang jelas.

Dengan adanya sistem rating tersebut, orang tua diharapkan dapat lebih mudah memastikan bahwa game yang dimainkan anak-anak mereka sesuai dengan usia.

“Jadi di produk digital yang dijual dan didistribusikan di Indonesia harus ada takarannya, dan itu kita simplify menjadi rating, sehingga orang tua bisa memastikan anaknya bermain game dengan rating yang sesuai dengan umurnya,” tutup Sonny.

Polemik rating IGRS di Steam sendiri menjadi perhatian besar bagi komunitas game di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Kasus ini juga menunjukkan pentingnya sistem klasifikasi usia yang akurat dan transparan, terutama di tengah pesatnya distribusi game digital secara global.

Melalui investigasi yang tengah berjalan, Komdigi berharap dapat menemukan akar permasalahan sekaligus memastikan bahwa implementasi sistem rating game di Indonesia ke depannya dapat berjalan lebih jelas, akurat, dan memberikan perlindungan bagi konsumen maupun industri game nasional.

FAQ

Mengapa Komdigi menyelidiki rating IGRS di Steam?

Komdigi melakukan investigasi karena ditemukan sejumlah kejanggalan pada rating IGRS di Steam. Beberapa game dengan konten dewasa justru mendapat rating rendah, sementara game populer lainnya malah diberi label tidak layak didistribusikan di Indonesia.

Apa itu sistem rating IGRS pada game?

IGRS (Indonesia Game Rating System) adalah sistem klasifikasi usia untuk game di Indonesia yang bertujuan memberikan informasi kepada pemain dan orang tua mengenai konten game serta usia yang sesuai untuk memainkannya.

Apakah Steam sudah menghapus label rating IGRS yang bermasalah?

Ya. Steam telah menurunkan label rating IGRS yang sempat memicu polemik. Langkah ini dilakukan sambil pihak Steam melakukan investigasi internal terkait penyebab munculnya rating yang tidak sesuai.

Apa tujuan sistem rating game seperti IGRS?

Sistem rating game bertujuan memberikan panduan usia bagi pemain, terutama untuk membantu orang tua memastikan bahwa game yang dimainkan anak sesuai dengan umur dan kontennya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Valya Annisya
EditorValya Annisya
Follow Us

Latest in Gaming

See More