Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
For
You

7 Fakta Deimos di Semesta God of War, Sosok Tragis di Balik Amarah Kratos

7 Fakta Deimos di Semesta God of War, Sosok Tragis di Balik Amarah Kratos
Deimos di semesta God of War (Dok. GGWP)
Intinya Sih
  • Deimos adalah adik kandung Kratos, putra Zeus dan Callisto, yang sejak kecil dilatih sebagai prajurit Spartan dan memiliki ikatan kuat dengan sang kakak.
  • Tanda lahir Deimos membuat para dewa salah mengira dirinya sebagai ancaman ramalan, hingga ia diculik Ares dan Athena lalu disiksa bertahun-tahun oleh Thanatos.
  • Pertemuan kembali mereka berakhir tragis saat Deimos tewas melawan Thanatos, memicu amarah Kratos yang akhirnya menghancurkan Olympus dan menjadikan kisahnya refleksi penyesalan di Ragnarök.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banyak pemain bertanya, siapa Deimos God of War sebenarnya? Namanya jarang disebut dibanding Kratos, namun dampaknya terhadap semesta God of War justru sangat besar.

Deimos bukan sekadar karakter pendukung. Ia adalah luka lama yang tak pernah benar-benar sembuh dalam diri sang Ghost of Sparta.

Berikut tujuh fakta penting tentang Deimos yang mengupas latar belakang, relasinya dengan Kratos, serta keterkaitannya dengan Ares.

1. Deimos adalah Adik Kandung Kratos

deimos 2.jpg
Deimos adalah adik kandung Kratos (Dok. GGWP)

Deimos merupakan putra Zeus dan Callisto, sekaligus adik kandung Kratos. Keduanya tumbuh bersama di Sparta dan menjalani latihan keras ala prajurit Spartan sejak kecil.

Sejak dini, Kratos selalu mengajarkan satu prinsip pada adiknya, seorang Spartan tidak boleh jatuh telentang di medan perang.

Ikatan mereka kuat. Mereka bukan hanya saudara sedarah, melainkan rekan latihan, teman bertahan hidup, dan mimpi yang sama untuk menjadi prajurit terkuat.

2. Tanda Lahir yang Mengundang Bencana

deimos 7.png
Tanda lahir di wajah Deimos (Dok. God of War Fandom)

Sejak lahir, tubuh Deimos memiliki tanda unik yang mencolok. Tanda inilah yang membuat para dewa Olympus cemas.

Sebuah ramalan menyebutkan bahwa Olympus akan hancur oleh sosok bernama The Marked Warrior.

Karena tanda tersebut, para dewa mengira Deimos adalah ancaman masa depan.

3. Diculik oleh Ares dan Athena

deimos 4.jpg
Deimos diculik Ares dan Athena (Dok. God of War Fandom)

Suatu hari di Sparta, Ares dan Athena turun langsung menculik Deimos. Mereka menghancurkan kota dengan pasukan Centaur demi menemukan bocah yang dianggap ancaman itu.

Kratos mencoba menghentikan Ares. Ia menyerang sang Dewa Perang demi menyelamatkan adiknya. Namun ia dikalahkan dengan mudah dan meninggalkan bekas luka di wajahnya.

Ironisnya, para dewa salah sasaran. Ramalan itu bukan tentang Deimos, melainkan tentang Kratos. Kesalahan ini menjadi awal dari tragedi panjang yang pada akhirnya benar-benar menghancurkan Olympus.

4. Disiksa Bertahun-tahun oleh Thanatos

deimos 5.jpg
Deimos disiksa (Dok. God of War Fandom)

Setelah diculik, Deimos dibawa ke Domain of Death dan diserahkan kepada Thanatos, Dewa Kematian. Di sana ia disiksa selama bertahun-tahun, baik secara fisik maupun mental.

Awalnya, Deimos percaya Kratos akan datang menyelamatkannya. Ia menunggu. Ia berharap.

Namun waktu menggerogoti keyakinan. Harapan berubah menjadi kebencian. Dalam benaknya, Kratos adalah saudara yang gagal menepati janji.

Siksaan panjang itulah yang membentuk Deimos menjadi pribadi yang keras dan penuh amarah.

5. Pertemuan Kembali yang Penuh Dendam

deimos 6.png
Pertemuan Deimos dan Kratos yang penuh dendam (Dok. God of War Fandom)

Dalam God of War: Ghost of Sparta, Kratos akhirnya menemukan Deimos di Kuil Thanatos. Namun alih-alih pelukan, yang ia terima adalah tinju.

Deimos menyerang Kratos tanpa ragu. Ia tidak ingin memaafkan. Ia tidak ingin mengerti. Baginya, Kratos adalah simbol pengkhianatan.

Konflik ini menjadi momen emosional penting dalam seri.

Untuk pertama kalinya, kita melihat Kratos bukan sebagai pembantai dewa, melainkan sebagai kakak yang menyesal dan ingin menebus kesalahan.

Pada akhirnya, keduanya berdamai. Mereka berdiri berdampingan melawan Thanatos.

6. Kematian Deimos Mengubah Segalanya

deimos 7.jpg
Kematian Deimos Mengubah Segalanya (Dok. God of War Fandom)

Pertarungan melawan Thanatos menjadi klimaks tragis. Meski bertarung dengan kompak, Deimos akhirnya dibunuh secara brutal oleh Dewa Kematian.

Kratos menyaksikan adiknya dihancurkan di depan mata.

Kematian itu bukan sekadar kehilangan keluarga. Itu adalah titik patah terakhir. Amarah Kratos meledak tanpa kendali. Ia membunuh Thanatos sebagai balas dendam.

Namun yang lebih besar dari itu, kematian Deimos menjadi bahan bakar utama kebencian Kratos terhadap para dewa Olympus.

Sumpah untuk membunuh para dewa bukan lagi soal ambisi, melainkan soal darah dan keluarga.

Dan pada akhirnya, ramalan The Marked Warrior benar-benar terjadi. Bukan Deimos yang menghancurkan Olympus, melainkan Kratos.

7. Deimos dalam Mitologi Yunani dan Dampaknya di Ragnarök

deimos.png
Deimos dalam Mitologi Yunani dan Dampaknya di Ragnarök (Dok. God of War Fandom)

Dalam mitologi Yunani asli, Deimos adalah personifikasi ketakutan dan putra Ares serta Aphrodite. Namun dalam semesta God of War, kisahnya ditulis ulang menjadi lebih personal dan tragis.

Namanya kembali disebut dalam God of War Ragnarök. Kratos menceritakan kisah Deimos kepada Freya sebagai refleksi penyesalan dan kehilangan.

Ia mengakui bahwa ia merasa tidak layak menerima maaf dari adiknya.

Di titik ini, Deimos bukan lagi sekadar karakter masa lalu. Ia adalah bayangan yang terus mengikuti Kratos. Pengingat bahwa di balik dewa yang membantai Olympus, ada seorang kakak yang gagal menyelamatkan saudaranya.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Jaelani
EditorDoni Jaelani
Follow Us

Latest in Gaming

See More