Capcom Rilis Film Pendek Live-Action Resident Evil, Hidupkan Kengerian Raccoon City

- Film pendek live-action Resident Evil berjudul Evil Has Always Had A Name menjadi prekuel menuju Resident Evil Requiem.
- Cerita film fokus pada perjuangan seorang ibu dan anak perempuannya di tengah wabah mematikan di Raccoon City tahun 1998.
- Aktris Maika Monroe memerankan karakter utama, sementara film menampilkan pendekatan baru terhadap proses manusia berubah menjadi zombie.
Capcom diam-diam melempar kejutan yang langsung mengguncang penggemar horor. Bukan lewat game baru, melainkan sebuah film pendek live-action berdurasi tiga menit yang sukses menghidupkan kembali mimpi buruk Raccoon City.
Berjudul Evil Has Always Had A Name, film ini menjadi prekuel resmi menuju Resident Evil Requiem dan langsung menuai pujian karena atmosfernya yang kelam, intens, dan terasa sangat Resident Evil.
Film pendek tersebut membawa penonton kembali ke tahun 1998, saat wabah mematikan mulai meluluhlantakkan Raccoon City. Cerita berfokus pada perjuangan seorang ibu dan anak perempuannya yang terjebak di tengah kepanikan massal, infeksi yang menyebar cepat, serta kehancuran kota yang tak terhindarkan.
Meski singkat, film ini memberikan gambaran kacau tentang apa yang sebenarnya dialami warga sipil selama peristiwa legendaris di Resident Evil 2 dan Resident Evil 3.
Daya tarik utama Evil Has Always Had A Name juga terletak pada jajaran bintangnya. Aktris horor papan atas Maika Monroe, yang dikenal lewat It Follows dan Longlegs, dipercaya memerankan karakter utama. Kehadirannya memberi bobot emosional yang kuat, membuat kisah bertahan hidup ini terasa lebih manusiawi sekaligus menyayat.
Salah satu momen yang langsung membuat penggemar merinding adalah terdengarnya teriakan ikonik “STARS!” dari Nemesis.
Detail tersebut menegaskan posisi film ini dalam linimasa Resident Evil, sekaligus menjadi fan service yang menandai keterkaitannya langsung dengan Resident Evil 3. Selain itu, film ini juga menampilkan pendekatan berbeda terhadap proses manusia berubah menjadi zombie.
Infeksi digambarkan berlangsung perlahan, penuh penderitaan, bukan transformasi instan, sehingga menambah nuansa tragis pada horor yang disajikan.
Pendekatan ini sejalan dengan visi pengembang Resident Evil Requiem, yang ingin menghadirkan zombie dengan perilaku dan gestur yang masih mencerminkan kehidupan mereka sebelum terinfeksi. Elemen tersebut akan menjadi fondasi penting dalam game terbaru ini, yang mengambil latar beberapa dekade setelah Insiden Kehancuran Raccoon City.
Resident Evil Requiem akan menandai kembalinya Leon S. Kennedy, karakter ikonik dari Resident Evil 2, sekaligus memperkenalkan karakter baru bernama Grace Ashcroft yang memiliki kaitan dengan sub-seri Resident Evil Outbreak.
Game ini dijadwalkan rilis pada 27 Februari untuk Nintendo Switch 2, PlayStation 5, PC Windows, dan Xbox Series X. Sementara itu, film layar lebar Resident Evil terbaru juga telah dipastikan tayang di bioskop pada 18 September, memperkuat kebangkitan besar waralaba horor legendaris ini.

















