Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
For
You

Profil Shieny Aprilia, Co-Founder dan CEO Studio Game Lokal Agate

Profil Shieny Aprilia, Co-Founder dan CEO Studio Game Lokal Agate
Shieny Aprilia (agate.id)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
  • Shieny Aprilia adalah Co-Founder dan CEO Agate, studio game asal Bandung yang ia dirikan bersama 17 rekan sejak 2009 setelah lulus dari Institut Teknologi Bandung.
  • Perjalanan kariernya di Agate dimulai sebagai programmer hingga akhirnya menjabat CEO pada 2022, menggantikan Arief Widhiyasa dan memimpin perusahaan hingga kini.
  • Di bawah kepemimpinannya, Agate sukses merilis berbagai game seperti Valthirian Arc dan Code Atma, menembus pasar internasional serta memperkuat bisnis B2B selama pandemi COVID-19.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jika berbicara soal industri game Indonesia, kita pasti akrab dengan game-game keren yang lahir dari tangan developer game lokal. Tapi, kita kerap tak mengenal sosok di balik layar game tersebut.

Kali ini, kita akan membahas sosok Shieny Aprilia, sosok co-founder CEO dari developer game Indonesia, Agate. Ia telah menjabat posisi CEO selama kurang lebih 3 tahun, menggantikan posisi Arief Widhiyasa.

Meski biasanya fokus bekerja di balik layar, nama Shieny mencuri perhatian setelah ia menulis opini seputar permasalahan pajak yang dialami oleh studio Toge Productions.

Siapakah sosok Shieny, dan apa saja kontribusinya di Agate? Berikut adalah pembahasannya.

Salah satu pendiri Agate

Shieny Aprilia Chief Executive Officer (CEO) di Agate Internasional. (instagram.com/shienchou)
Shieny Aprilia Chief Executive Officer (CEO) di Agate Internasional. (instagram.com/shienchou)

Shieny Aprilia lahir di kota Bandung pada tanggal 27 April 1987. Ia merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung tahun 2009, jurusan Teknik Informatika. Sejak kecil, ia memiliki minat besar pada dunia game.

Setelah lulus, Shieny dan 17 orang rekannya mendirikan Agate Studio, salah satu studio game modern pertama di Indonesia. Ia mengawali kariernya di Agate sebagai programmer. Pada tahun 2011, Shieny naik level menjadi produser.

Setelah satu tahun lebih, Shieny melepaskan posisi development untuk mengisi posisi manajerial. Pada tahun 2012, Shieny ditunjuk sebagai account manager, dan kemudian menjadi sales and marketing manager pada 2017.

Di tahun 2022, Shieny menggantikan posisi CEO dari Arief Widhiyasa, dan masih memegang posisi tersebut sampai hari ini. Saat ini, Agate fokus mengembangkan game secara in-house, maupun memproduksi game untuk keperluan B2B.

Perjalanan karier Shieny Aprilia

Walikota Bandung M. Farhan berbincang dengan CEO Agate Shieny Aprilia. (Dok. GGWP)
Walikota Bandung M. Farhan berbincang dengan CEO Agate Shieny Aprilia. (Dok. GGWP)

Berikut adalah perjalanan karier Shieny Aprilia selama bekerja di Agate.

  • Game Programmer
    April 2009 - Mei 2011
  • Game Producer
    Mei 2011 - Oktober 2012
  • Account Manager
    Oktober 2012 - Desember 2016
  • Sales and Marketing Manager
    Januari 2017 - Mei 2022
  • Chief Executive Officer
    Juni 2022 - sekarang

Pencapaian Shieny Aprilia

Shieny Aprilia Chief Executive Officer (CEO) di Agate Internasional. (instagram.com/shienchou)
Shieny Aprilia Chief Executive Officer (CEO) di Agate Internasional. (instagram.com/shienchou)

Sebagai co-founder yang hadir sejak awal pendirian Agate, prestasi yang diraih Agate juga bisa dikatakan sebagai prestasi Shieny.

Selama bekerja di Agate, Shieny telah terlibat dalam perilisan beberapa game in-house mereka seperti seri Valthirian Arc, Memories, Code Atma, dan puluhan game B2B lainnya.

Game-game Agate tak hanya dijual di dalam negeri, namun juga berhasil menembus pasar internasional dan bisa dimainkan di platform seperti konsol, PC, dan mobile.

Untuk pencapaian pribadinya, Shieny meraih penghargaan Indonesia Young Woman Future Business Leader 2014 dari majalah SWA.

Usai menduduki posisi CEO, Shieny mampu menyetir Agate di tengah kondisi pandemi COVID-19, sehingga dapat bertahan sampai hari ini. Salah satu faktornya adalah dengan memperkuat sektor bisnis B2B dengan memproduksi game untuk klien.

Agate juga melebarkan sayapnya ke segmen bisnis lain seperti produksi aset game, porting game, hingga gamifikasi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Jaelani
EditorDoni Jaelani
Follow Us

Latest in Gaming

See More