Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
For
You

PC atau Console di 2026? Jawabannya Tidak Sesederhana Dulu

pc atau console (pcplug.tech).jpg
pc atau console (pcplug.tech)
Intinya sih...
  • Console lebih murah untuk pembelian awal karena harga hardware stabil dan tidak terdampak kenaikan harga RAM (setidanya untuk sekarang).
  • Harga RAM naik tajam akibat permintaan AI dan data center sehingga membuat biaya rakit dan upgrade meningkat.
  • Masih layak, tetapi kurang ideal jika budget terbatas dan tidak ingin repot urusan teknis.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memilih PC atau Console di 2026 terasa makin rumit dibanding beberapa tahun lalu. Harga komponen naik, tren gaming berubah, dan kebutuhan tiap orang makin berbeda.

Buat gamer pemula atau yang ingin upgrade perangkatnya, ada satu hal langsung yang sangat terasa. Budget sekarang lebih cepat terkuras. Dari sini, perdebatan lama soal mana yang lebih layak akhirnya muncul lagi ke permukaan, namun dengan konteks yang jauh berbeda.

Di satu sisi, console generasi terbaru tetap dijual dengan harga relatif stabil. Di sisi lain, PC gaming justru makin mahal karena faktor yang tidak langsung terlihat. Salah satunya harga RAM yang melonjak tajam sejak akhir 2025. Kondisi ini membuat banyak orang mulai mempertimbangkan ulang keputusan membeli perangkat gaming tahun depan.

Harga Console Terasa Lebih Bersahabat (Untuk Sekarang)

pc atau console (wwwblackfriday.com).jpg
Harga Console Terasa Lebih Bersahabat (wwwblackfriday.com)

Untuk pembelian awal, console masih unggul di atas kertas. PlayStation 5 dan Xbox Series X dijual dengan kondisi sudah siap dimainkan. Di dalam kotaknya sudah ada controller, dan ekosistem gamenya juga langsung berjalan. Tidak ada biaya tambahan untuk merakit atau menyesuaikan komponen.

Situasinya berbeda saat melirik PC. Build PC gaming entry level kini bisa menyentuh angka yang cukup tinggi, tergantung spesifikasi. Lonjakan ini tidak datang tiba-tiba. Salah satu pemicunya adalah dampak kenaikan harga RAM terhadap PC gaming yang impact-nya terasa sejak Desember 2025. Harga DDR5 naik hampir dua kali lipat hanya dalam hitungan bulan karena permintaan dari industri AI dan data center.

Kondisi ini membuat PC gaming entry level mahal. Padahal RAM adalah komponen wajib untuk menjalankan game modern dengan lancar. Minimal 16 GB sudah menjadi standar, sementara 32 GB mulai dianggap aman untuk multitasking. Saat harga RAM melonjak, biaya rakit otomatis pun ikut terdongkrak.

Jika dibandingkan langsung, perbandingan biaya PC gaming vs PS5 di tahun 2026 terasa timpang bagi pemula. Console memberi akses gaming instan tanpa kejutan biaya tambahan. Sementara PC masih menarik, tetapi investasi awalnya jauh lebih berat.

Inilah alasan mengapa banyak orang dengan dana terbatas mulai melirik console terbaik untuk gamer budget terbatas, terutama mereka yang ingin langsung bermain tanpa harus ribet menyesuaikan komponen.

Performa Tinggi Itu Nyata di PC, Tapi Console Menang dalam Hal Konsistensi

pc atau console (sodagarkomputer.com).jpg
Performa Tinggi Itu Nyata di PC, Tapi Console Menang dalam Hal Konsistensi (sodagarkomputer.com)

Soal performa, PC memang masih berada di puncaknya. Dengan GPU kelas atas, frame rate di atas 120 FPS dan resolusi 4K bukanlah hal sulit untuk dicapai.

Game kompetitif terasa lebih responsif di PC, terutama untuk pemain yang mengutamakan presisi dan latency rendah. Di atas kertas, keunggulan ini sulit dibantah.

Masalahnya, performa tinggi itu datang dengan harga yang mahal. Kenaikan harga RAM membuat build PC yang benar-benar optimal jadi makin mahal. Game modern kini menuntut GPU dan memori besar agar stabil. Saat RAM 16 GB saja terasa pas-pasan, biaya upgrade mulai membebani.

Console bergerak dengan pendekatan berbeda. PlayStation 5 dan variannya dirancang dengan optimasi spesifik. Developer tahu persis target hardware yang dituju. Sehingga, performa lebih konsisten tanpa perlu utak-atik pengaturan. Frame rate mungkin tidak selalu setinggi PC kelas atas, tetapi experience bermainnya terasa stabil dari awal hingga akhir.

Di 2025, banyak game AAA dirilis dengan performa console yang setara PC mid-range. Untuk pemain kasual, perbedaan visual ini sering kali tidak terlalu terasa di layar TV ruang tamu. Tanpa perlu memikirkan driver, BIOS, atau kompatibilitas, console sangat praktis. Kamu tinggal main, dan game berjalan sesuai harapan.

PC tetap unggul untuk mereka yang mengejar performa maksimal. Namun dalam kondisi pasar saat ini, console menawarkan keseimbangan antara kualitas grafis dan biaya yang lebih masuk akal.

Fleksibilitas PC yang Goncang Akibat Harga RAM

pc atau console (swalayankomputer.com).jpg
Fleksibilitas PC yang Goncang Akibat Harga RAM (swalayankomputer.com)

Salah satu alasan klasik memilih PC adalah fleksibilitas. Komponen bisa diganti satu per satu. RAM, GPU, atau CPU dapat di-upgrade tanpa harus membeli perangkat baru.

Dengan strategi yang tepat, satu PC bisa dipakai lima hingga tujuh tahun. Di masa lalu, pendekatan ini sering dianggap lebih hemat dibanding membeli console baru di setiap generasinya.

Namun situasinya berubah di 2026. Kenaikan harga RAM membuat skema upgrade tidak lagi terasa ringan. Kit DDR5 berkapasitas 16 GB yang dulu tergolong murah kini naik drastis.

Bahkan untuk para pengguna PC lama, upgrade sederhana pun bisa terasa mahal. Fleksibilitas tetap ada, tetapi biayanya ikut membengkak.

Console bergerak dengan pendekatan berbeda. Perangkat seperti PlayStation 5 atau Xbox Series X memang tidak bisa di-upgrade secara signifikan.

Meski begitu, stabilitas harga menjadi nilai tambah. Pengguna tahu apa yang mereka beli dan berapa lama perangkat itu akan relevan. Tidak ada kebutuhan menambah komponen di tengah jalan.

Kondisi ini akhirnya membuat banyak orang berpikir ulang. PC masih unggul untuk adaptasi teknologi baru, termasuk tren AI-enhanced gaming. Namun secara jangka pendek, biaya upgrade membuatnya kurang ramah bagi pengguna dengan dana terbatas.

Bagi calon pembeli yang sedang menimbang PC atau Console, pertanyaan besarnya kini bukan soal bisa di-upgrade atau tidak. Yang lebih penting adalah seberapa besar biaya yang sanggup dikeluarkan dalam beberapa tahun ke depan.

Portabilitas dan Fungsi Tambahan

pc atau console (ubuy.co.id).jpg
Portabilitas dan Fungsi Tambahan (ubuy.co.id)

Portabilitas kini menjadi pertimbangan nyata. Console seperti Nintendo Switch menawarkan pengalaman bermain yang bisa dibawa ke mana saja. Tanpa setup rumit, perangkat ini cocok untuk sesi singkat di luar rumah. Untuk banyak pengguna, fleksibilitas ini terasa praktis.

PC menawarkan fungsi lebih luas di luar gaming. Satu perangkat bisa dipakai untuk kerja, editing, hingga streaming. Namun untuk mendapatkan mobilitas yang setara console, pilihannya mengarah ke laptop gaming atau perangkat seperti Steam Deck. Masalahnya, harga perangkat ini ikut terdorong naik karena kebutuhan RAM yang efisien semakin tinggi.

Kondisi ini kembali menekan PC di segmen harga menengah. Laptop gaming yang layak untuk game modern kini terasa semakin mahal. Console, meski lebih terbatas fungsinya, tetap menawarkan harga yang relatif stabil untuk kebutuhan hiburan.

Perdebatan PC atau Console tidak akan selesai dalam satu jawaban singkat. Setiap pilihan punya komprominya sendiri. Yang terpenting, sesuaikan dengan anggaran kamu. Menurut kamu, platform mana yang paling masuk akal di kondisi sekarang?

FAQ

pc atau console (gethow.org).jpg
FAQ (gethow.org)
  1. Mana yang lebih murah di 2026, PC atau console?
    Console lebih murah untuk pembelian awal karena harga hardware stabil dan tidak terdampak kenaikan harga RAM (setidanya untuk sekarang).
  2. Kenapa PC gaming semakin mahal di 2026?
    Harga RAM naik tajam akibat permintaan AI dan data center sehingga membuat biaya rakit dan upgrade meningkat.
  3. Apakah PC masih layak untuk gamer pemula?
    Masih layak, tetapi kurang ideal jika budget terbatas dan tidak ingin repot urusan teknis.
  4. Console apa yang paling cocok untuk budget terbatas?
    PlayStation 5 Digital Edition dan Xbox Series S adalah opsi paling masuk akal untuk gamer kasual.
  5. Apakah PC lebih hemat dalam jangka panjang?
    Bisa lebih hemat jika upgrade dilakukan bijak, namun krisis RAM mengubah perhitungan biaya jangka panjang.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Valya Annisya
EditorValya Annisya
Follow Us

Latest in Gaming

See More

PC atau Console di 2026? Jawabannya Tidak Sesederhana Dulu

04 Jan 2026, 12:00 WIBGaming