Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Install
For
You

Beli Game Rp1 Juta di 2026, Worth It atau Cuma Bikin Dompet Nangis?

Beli Game Rp1 Juta di 2026, Worth It atau Cuma Bikin Dompet Nangis?
game sejutaan (kotaku.com)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Harga game AAA di 2026 melonjak hingga Rp1 juta akibat kurs dolar tinggi, sementara daya beli gamer Indonesia belum sebanding dengan kenaikan tersebut.
  • Bagi sebagian gamer, harga tinggi masih dianggap wajar jika waktu bermain mencapai puluhan jam, karena nilai hiburannya bisa dihitung dari biaya per jam yang relatif terjangkau.
  • Keputusan membeli game full price disarankan hanya jika benar-benar yakin akan dimainkan lama, sedangkan banyak gamer memilih menunggu diskon besar di Steam atau PlayStation Store.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di tahun 2026, harga game AAA memang sudah masuk level yang bikin banyak orang Indonesia mikir dua kali.

Game seperti 007 First Light, Resident Evil Requiem, atau rilisan besar lain di PlayStation Store dan Steam kini sering dibanderol dengan harga sekitar Rp900 ribu sampai lebih dari Rp1.1 juta.

Bahkan, bagi sebagian orang, harganya masih masuk akal karena mereka bakal main puluhan jam.

Di sisi lain, pasar game Indonesia juga makin besar. Orang rela keluar uang untuk skin, battle pass, dan top up, tapi langsung mundur ketika melihat label harga satu juta untuk game premium.

Jadi, sebenarnya beli game sejutaan itu mahal, atau kita cuma belum terbiasa saja?

Di artikel ini, kita bakal bongkar kenapa harga game sekarang bisa semahal itu, siapa yang sebenarnya cocok beli full price, dan kapan lebih baik nunggu diskon atau langganan. Penasaran? Yuk simak!

Harga Game AAA Sekarang Memang Gila, Tapi Ada Alasannya

Seorang karakter bersenjata pedang besar menghadapi monster raksasa bersisik di padang rumput dalam adegan permainan video fantasi.
game sejutaan (polygon.com)

Beberapa tahun lalu, harga game AAA baru masih berkisar Rp600 ribuan sampai Rp800 ribuan. Sekarang, ada banyak judul besar sudah menembus angka sejuta.

Di Steam pun situasinya mirip. Saat kurs dolar mendekati Rp17.000, harga standar 70 dolar otomatis berubah jadi sekitar Rp1.1 juta sebelum pajak.

Masalahnya, daya beli gamer Indonesia tidak naik secepat harga game. UMR Jakarta saja masih ada di kisaran Rp5 jutaan. Artinya, satu game baru bisa menghabiskan hampir seperlima gaji bulanan.

Kalau kamu masih kuliah, baru kerja, atau gajinya di bawah Rp5 juta, beli game sejutaan jelas bukanlah pengeluaran kecil.

Lebih ekstrem lagi kalau dibandingkan dengan rata-rata upah nasional. Untuk banyak orang, Rp1 juta itu bisa dipakai untuk:

  • Bayar kuota internet dan listrik selama 1 - 2 bulan
  • Isi bensin motor untuk beberapa minggu
  • Bayar cicilan HP
  • Makan siang selama hampir setengah bulan

Karena itu, perdebatan soal beli game dengan harga sejutaan selalu panas. Ada yang bilang, “Kalau memang hobi, ya beli saja.”

Tapi ada juga yang merasa harga segitu sudah terlalu jauh dari realita ekonomi kebanyakan orang Indonesia. Dan jujur saja, dua-duanya ada benarnya.

Bagi gamer dengan penghasilan stabil, tidak punya tanggungan besar, dan memang cuma main satu atau dua game setahun, beli full price mungkin masih tetap dirasa masuk akal.

Tapi kalau kondisi keuangan masih pas-pasan, memaksa beli game baru di hari pertama rilis sangat tidak direkomendasikan.

Pertanyaan penting yang harus ditanyakan adalah kalau harganya memang mahal, apakah nilai hiburan yang didapat sebenarnya sepadan?

Logika yang Sering Dipakai Gamer

Karakter prajurit menggunakan tombak panjang bertarung melawan banyak musuh di medan perang dengan efek serangan energi biru.
game sejutaan (nordic.ign.com)

Lucunya, semakin mahal sebuah game, semakin sering gamer mencoba membenarkan pembeliannya dengan hitungan matematika. Dan anehnya, kadang masuk akal.

Coba ambil contoh game seperti God of War Ragnarök, Marvel’s Spider-Man 2, atau Horizon Forbidden West. Sekali tamat, game-game seperti itu bisa menghabiskan 30 sampai 50 jam.

Kalau kamu suka eksplorasi, menyelesaikan side quest, atau New Game+, total waktu mainnya bahkan bisa tembus 80 - 100 jam.

Sekarang hitung sederhana. Misalnya kamu beli satu game seharga Rp1 jutaan dan memainkannya selama 60 jam. Berarti biaya hiburannya sekitar Rp16 ribu per jam.

Cukup nyeleneh, sih, tapi hitungan seperti ini sering dijadikan pertimbangan oleh banyak orang. Kalau dilihat dari perspektif ini, beli game sejutaan ternyata tidak selalu terdengar seburuk itu.

Bahkan untuk orang yang benar-benar menikmati satu game sampai habis, value-nya bisa lebih tinggi dibanding beli banyak game murah yang akhirnya cuma disentuh sebentar.

Kita semua pernah ada di situ. Lagi Steam Sale, lihat game diskon Rp70 ribu, lalu beli lima sekaligus karena murah. Seminggu kemudian, yang dimainkan cuma satu jam.

Sebaliknya, ada juga orang yang rela keluar Rp1 juta untuk satu game, lalu memainkannya setiap malam selama dua bulan.

Yang pasti syarat utamanya adalah kamu memang yakin akan mainin gamenya.

Kalau kamu beli cuma karena takut ketinggalan, ikut hype, atau semua teman lagi main, biaya per jam tadi bakal langsung runtuh.

Game Rp1 juta yang cuma dimainkan 4 jam berarti biayanya Rp250 ribu per jam. Tiba-tiba terdengar jauh lebih mahal.

Cara Simpel Menentukan Apakah Sebuah Game Layak Dibeli Full Price

Seorang karakter berkuda melintasi padang rumput hijau dengan latar pegunungan dan kastil megah di kejauhan di bawah langit cerah.
game sejutaan (redbull.com)

Tidak perlu rumus ribet. Sebelum checkout, coba tanya tiga hal ini ke diri sendiri:

  1. Apakah saya benar-benar suka genre dan gameplay-nya?
  2. Apakah saya bakal main lebih dari 30 - 40 jam?
  3. Apakah saya masih tertarik meski semua hype di internet hilang besok?

Kalau jawaban tiga-tiganya “iya”, ada kemungkinan besar game harga sejutaan memang worth it buat kamu.

Tapi kalau masih ragu, biasanya itu pertanda kamu cuma tertarik karena penasaran. Dan rasa penasaran adalah alasan paling mahal untuk menghabiskan satu juta rupiah.

Menariknya, banyak orang marah melihat harga game Rp1 juta, lalu enam bulan kemudian membelinya dengan senyum lebar karena harganya turun ke angka Rp349 ribu.

Jika kita perhatikan, kebanyakan gamer di Indonesia sebenarnya tidak pernah beli game di hari pertama rilis. Mereka menunggu sampai murah.

Steam punya Spring Sale, Summer Sale, Autumn Sale, sampai Winter Sale. PlayStation Store juga hampir tiap bulan mengadakan promo.

Bahkan game AAA yang awalnya dijual Rp999 ribu sering turun 30%, 50%, bahkan sampai 80% setelah beberapa bulan.

FAQ

Apakah beli game sejutaan di 2026 masih worth it?

Worth it kalau kamu memang akan main lama, suka genre-nya, dan kondisi keuangan aman. Kalau cuma ikut hype, biasanya lebih baik tunggu diskon.

Kenapa harga game AAA sekarang bisa sampai Rp1 juta?

Karena harga global game naik ke USD 70, kurs rupiah melemah, ditambah pajak digital dan regional pricing yang kurang ramah untuk Indonesia.

Lebih hemat beli game saat rilis atau saat diskon?

Hampir selalu lebih hemat saat diskon. Banyak game AAA turun 50 - 80% dalam 3 - 12 bulan setelah rilis.

Mana yang lebih worth it, beli game atau langganan Game Pass?

Kalau kamu suka main banyak game, Game Pass tentunya jauh lebih hemat. Tapi kalau cuma fokus ke satu game favorit, beli langsung saja.

Apakah game fisik lebih untung daripada digital?

Untuk gamer yang serba hemat dan para kolektor, iya. Game fisik bisa dijual lagi setelah tamat, jadi biaya akhirnya jauh lebih murah.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Jaelani
EditorDoni Jaelani
Follow Us

Related Articles

See More