- Content Snippets: Koleksi dokumen visual (gambar) yang menangkap momen paling "ekstrem" dalam game. Isinya bisa berupa adegan kekerasan, darah, hingga karakter yang bajunya kurang bahan.
- Gameplay Snippets: Video pendek dari sudut pandang pemain (POV) yang menunjukkan situasi paling intens.
Apa Itu IGRS? Penjelasan Sistem Rating Game di Indonesia

- IGRS adalah sistem klasifikasi game resmi Indonesia berdasarkan Permenkominfo No. 2 Tahun 2024, bertujuan melindungi konsumen dan memastikan konten sesuai norma lokal.
- Penerapan IGRS dilakukan lewat penilaian mandiri oleh developer dengan bukti visual dan video ekstrem game untuk memudahkan pemeriksaan rating usia.
- Steam sempat mengalami bug dalam penerapan IGRS yang menyebabkan rating tidak akurat, namun Valve berjanji memperbaiki sistem agar sesuai regulasi Indonesia.
Industri game terutama yang beredar di Indonesia akan mengalami kebijakan baru. Ini karena mulai ada penomoran usia di setiap game yang ada. Hal ini berkaitan dengan sistem rating yang di Indonesia akan mengacu pada IGRS.
IGRS merupakan singkatan dari Indonesia Game Rating System. Mari kita bedah lebih dalam mengenai aturan main ini agar game buatan kita tidak "kena semprit" pemerintah.
1. IGRS

Secara formal, IGRS adalah sistem klasifikasi permainan interaktif elektronik yang diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 2 Tahun 2024.
Gampangnya, ini adalah cara pemerintah memberikan "label" pada game agar orang tua tidak kecolongan saat anaknya main game yang ternyata isinya lebih banyak darah daripada stroberi.
Tujuannya mulia yaitu melindungi konsumen (terutama anak-anak) dan membantu developer lokal maupun internasional agar konten mereka sesuai dengan norma di Indonesia.
Jadi, kalau game kamu isinya cuma kucing lompat-lompat, jangan sampai diberi rating 18+ gara-gara kucingnya tidak pakai baju, tapi tunggu, nanti kita bahas soal itu.
2. Penerapan

Penerapan IGRS dilakukan melalui proses penilaian mandiri (self-assessment) oleh penyelenggara game. Namun, pemerintah tidak mau mengandalkan penilaian "game saya aman, kok." Developer wajib menyediakan bukti fisik berupa:
Semua ini harus diunggah ke sebuah URL dengan format penamaan file yang sangat spesifik. Hal ini diharapkan mempermudah kinerja petugas pemeriksa agar memberi nilai yang lebih tepat.
3. Sasaran IGRS

Ada 10 kategori konten utama yang dipantau ketat oleh radar IGRS. Jika game kamu mengandung salah satu dari ini, kamu harus melaporkannya:
- Rokok dan Zat Adiktif: Mulai dari cuma teks "Ayo Merokok" sampai adegan menghisapnya secara langsung.
- Kekerasan: Dari yang gaya kartun (slapstick) sampai yang realistis penuh amarah.
- Penggunaan Senjata: Baik senjata khayalan (tembak-tembakan buah) sampai senjata api HD.
- Darah, Mutilasi, dan Kanibalisme: Hati-hati, darah warna biru (non-realistis) beda kelas dengan darah merah segar.
- Bahasa Kasar & Humor Dewasa: Termasuk dark jokes dan humor politik yang bikin dahi mengernyit.
- Penampilan Karakter: Fokus pada bagian-bagian tubuh sensitif yang terpampang nyata.
- Simulasi Judi: Mesin slot atau kartu yang murni keberuntungan tanpa fitur cash-out.
- Horor: Suasana gelap, jumpscare, dan cerita yang bikin bulu kuduk berdiri.
- Interaksi Online: Apakah ada fitur chat dengan filter kata kasar atau dibebaskan begitu saja?
- Pornografi: Ini yang paling "merah"—adegan seksual eksplisit atau siluet yang sangat jelas.
4. Dasar Penilaian

Rating tidak muncul begitu saja lewat kocokan arisan. Ada variabel yang mempengaruhi level klasifikasinya:
- Sifat Tindakan: Apakah kekerasannya berulang? Apakah ada rasa benci di dalamnya?
- Visualisasi: Semakin realistis (High Definition), semakin tinggi kemungkinan rating usianya naik. Senjata alien yang menembakkan jus jeruk tentu lebih ringan daripada AK-47 yang mengeluarkan percikan api asli.
- Konteks Humor: Lelucon yang mendiskriminasi atau berbau seksual akan langsung menggeser target audiens ke arah dewasa.
Intinya, semakin mirip dengan dunia nyata yang keras, semakin tinggi pula batasan usianya.
5. Masalah IGRS dengan Steam

Steam Support memberikan klarifikasi resmi mengenai integrasi Indonesia Game Rating System (IGRS) di platform mereka.
Valve menyatakan telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) selama lebih dari dua tahun untuk membangun sistem yang mampu menghasilkan rating usia secara otomatis berdasarkan data dari pengembang.
Namun, pihak Steam mengakui adanya bug teknis dan miskomunikasi yang menyebabkan munculnya rating yang tidak akurat dan tidak lengkap pada tanggal 2 hingga 5 April.
Sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan kebingungan pengguna, Steam telah mencabut tampilan rating tersebut. Valve menegaskan bahwa masih diperlukan beberapa tahapan teknis tambahan sebelum sistem klasifikasi usia yang disetujui IGRS dapat sepenuhnya diterapkan dan ditampilkan bagi pelanggan di Indonesia.
Pihak Steam menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan kebingungan yang muncul akibat eror tersebut, sembari berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.

















