Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Install

Tencent Gandeng Kemenekraf di WCCE 2026, Dorong Talenta Game Indonesia Go Global

6 min read
Tencent Gandeng Kemenekraf di WCCE 2026, Dorong Talenta Game Indonesia Go Global
Menteri Ekraf/Kepala Bekraf RI Teuku Riefky Harsya (tengah) menyaksikan penandatanganan MoU antara perwakilan Kemenekraf yang dilakukan oleh Sekretaris Kementerian Ekraf, Dessy Ruhati (kedua kiri) dan Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant (Lynn). Direktur Gim Kemenekraf Luat Sihombing (kiri) bersama Public Policy & Government Affairs Lead (APAC), Tencent, Sherwyn Koh (kanan). (Sumber: Tencent)
  • Tencent dan Kemenekraf/Bekraf menandatangani MoU di WCCE 2026 Jakarta untuk membuka peluang IP lokal Indonesia menembus pasar global serta meningkatkan daya saing kreator.

  • Kerja sama menjajaki pengembangan IP, pelatihan teknologi dan keterampilan game, serta akses jaringan internasional, pendampingan, kemitraan bisnis, dan penerbitan karya bagi talenta lokal.

  • Tencent juga menggelar Beyond the Screen: Healthy Digital Play untuk membahas perlindungan anak, keamanan daring, pola pengasuhan digital, dan pemanfaatan game bagi pembelajaran serta kreativitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

‎Tencent menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf/Bekraf) untuk membuka peluang lebih besar bagi kekayaan intelektual (IP) lokal Indonesia menembus pasar global.

Melalui kesepakatan yang ditandatangani dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, kedua pihak menjajaki kerja sama pengembangan talenta, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan industri game dan konten kreatif Tanah Air.

‎Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing kreator dan pelaku usaha lokal di tengah berkembangnya industri kreatif digital. Selain mendorong komersialisasi IP orisinal Indonesia, kerja sama tersebut juga mencakup peluang pelatihan, pendampingan, dan perluasan jaringan internasional bagi pengembang game serta pelaku industri kreatif.

‎Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati, dan Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant (Lynn). Penandatanganan ini disaksikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya.

‎Melalui kesepakatan tersebut, Tencent dan Kemenekraf/Bekraf mengidentifikasi tiga bidang utama untuk menjajaki kolaborasi ke depan, yakni pengembangan IP lokal, penguatan ekosistem digital untuk industri media dan game, serta pemanfaatan game untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan masyarakat digital.

  1. ‎Tiga Fokus Kerja Sama Tencent dan Kemenekraf

    ‎Dalam MoU yang ditandatangani, Tencent dan Kemenekraf/Bekraf mengidentifikasi tiga bidang utama yang akan menjadi landasan untuk menjajaki peluang kolaborasi selanjutnya.

    1. ‎Pengembangan konten dan IP lokal

    Kedua pihak ingin mendukung penciptaan serta promosi karya kreatif Indonesia yang mengangkat identitas budaya dan warisan bangsa. Upaya ini juga mencakup penjajakan peluang komersialisasi IP orisinal melalui berbagai medium, mulai dari gim hingga produk media dan kreatif lainnya.

    ‎Dengan pendekatan tersebut, IP lokal diharapkan tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menjangkau pasar internasional. Pengembangan IP yang kuat dapat membuka peluang bisnis baru bagi kreator, studio, dan perusahaan kreatif Indonesia.

    ‎2. Penguatan ekosistem digital untuk industri media dan game

    Tencent dan Kemenekraf/Bekraf akan menjajaki program pengembangan keterampilan melalui pelatihan, master class, dan lokakarya. Materi yang berpotensi diangkat meliputi pembuatan konten, desain game, monetisasi IP, kecerdasan artifisial (AI), teknologi cloud, serta keamanan siber.

    ‎Inisiatif tersebut diharapkan dapat membantu pelaku industri lokal meningkatkan kemampuan produksi dan mengadopsi teknologi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Peningkatan kompetensi juga menjadi faktor penting agar talenta Indonesia mampu bersaing dalam industri kreatif digital yang terus berkembang.

    3. Pemanfaatan game untuk mendorong ekonomi kreatif dan masyarakat digital

    Kedua pihak akan menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan talenta game dan esports, perluasan akses kreator serta studio Indonesia ke jaringan industri internasional, hingga kemitraan bisnis, pendampingan, dan penerbitan karya.

    Fokus ini membuka peluang bagi pengembang gim lokal untuk memperluas jaringan, mengembangkan produk, dan menjajaki kesempatan komersial di luar negeri. Pada saat yang sama, game dapat menjadi medium untuk memperkenalkan kreativitas dan budaya Indonesia kepada audiens global.

    ‎Tencent menilai kerja sama tersebut dapat menjadi landasan untuk mengembangkan inisiatif yang sesuai dengan kebutuhan komunitas kreatif Indonesia.

    ‎“Lewat perjanjian ini, Tencent dan Kemenekraf/Bekraf akan menjajaki kerja sama praktis dalam pengembangan keterampilan, pertukaran industri, dan teknologi. Kami berharap untuk bekerja sama dengan mitra lokal untuk menyusun inisiatif yang menjawab kebutuhan komunitas kreatif Indonesia,” ujar Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant (Lynn).

    ‎Selain berkontribusi terhadap pertumbuhan industri, kolaborasi ini turut menyoroti potensi game dan esports dalam mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan pada masa depan. Kemampuan seperti kreativitas, pemecahan masalah, dan pemikiran strategis dinilai dapat berkembang melalui keterlibatan digital yang positif dan inklusif.

  2. Tencent Dorong Kebiasaan Digital yang Sehat Lewat Beyond the Screen

    Di samping pengembangan industri kreatif, Tencent juga menyoroti pentingnya membangun lingkungan digital yang aman dan bertanggung jawab. Pertumbuhan industri game, khususnya di kalangan generasi muda, dinilai perlu berjalan seiring dengan upaya perlindungan anak serta pembentukan kebiasaan digital yang sehat.

    ‎Komitmen tersebut diwujudkan melalui inisiatif Tencent Beyond the Screen: Healthy Digital Play. Program ini menghadirkan dialog di Jakarta pada 20 Oktober, menjelang rangkaian kegiatan WCCE 2026.

    ‎Melanjutkan kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di Singapura dan Thailand, inisiatif ini mempertemukan pembuat kebijakan, pendidik, perwakilan masyarakat sipil, dan kreator konten. Diskusi berfokus pada pendekatan yang lebih seimbang terhadap game, dengan menggabungkan perlindungan anak di ruang digital dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembelajaran serta kreativitas.

    ‎Dalam diskusi meja bundar, para peserta membahas tiga topik utama, yakni pola pengasuhan digital dan kebiasaan penggunaan layar yang sehat, keamanan daring serta perlindungan pada platform, dan potensi game dalam mengembangkan keterampilan digital sekaligus membuka peluang di industri kreatif Indonesia.

    Diskusi tersebut diharapkan menghasilkan prioritas bersama dan rekomendasi praktis yang dapat menjadi masukan bagi pengembangan program Beyond the Screen di Indonesia.

    ‎Pembahasan kemudian diterjemahkan menjadi kegiatan yang lebih praktis melalui lokakarya interaktif bagi orang tua. Dengan menggunakan perangkat panduan pengasuhan digital Tencent yang telah disesuaikan dengan konteks lokal, para peserta mendiskusikan cara menetapkan batas waktu penggunaan layar, membangun komunikasi yang konstruktif tentang game, serta menyusun kesepakatan keluarga mengenai aktivitas di dunia digital.

    ‎Pendekatan ini bertujuan membantu keluarga membangun kebiasaan digital yang sehat melalui komunikasi dan kesepakatan bersama, bukan hanya mengandalkan pembatasan penggunaan perangkat.

    “Upaya perlindungan anak di dunia maya dan membantu mereka memperoleh manfaat dari pengalaman digital perlu dilakukan secara beriringan. Beyond the Screen mempertemukan orang tua, pendidik, pembuat kebijakan, dan kreator untuk menjajaki cara praktis dalam mendorong kebiasaan digital yang sehat, sekaligus memberi generasi muda ruang untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan keterampilan baru melalui game,” ujar Deputy for Research and Data Asosiasi Game Indonesia (AGI), Vincentius Ismawan.

    ‎Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kemenekraf/Bekraf, Kementerian Komunikasi dan Digital, Asosiasi Game Indonesia, Keluarga Kita, ICT Watch Indonesia, ECPAT Indonesia, dan Next Generation Indonesia.

    Foto 2 - Peserta Beyond The Screen.jpg
    Para peserta Diskusi Beyond The Screen berfoto bersama pada Selasa (20/10) di Jakarta. (Sumber: Tencent)
  3. Peluang Baru bagi Industri Game dan Kreatif Indonesia

    Kolaborasi Tencent dan Kemenekraf/Bekraf memperlihatkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan penciptaan karya, tetapi juga dengan kemampuan membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan talenta, pemanfaatan teknologi, dan perluasan akses pasar.

    ‎Bagi industri game dan esports Indonesia, penjajakan kerja sama ini membuka peluang untuk memperkuat keterampilan sumber daya manusia, memperluas koneksi dengan pelaku industri internasional, serta mengembangkan IP lokal yang memiliki nilai komersial.

    ‎Di sisi lain, perhatian terhadap kebiasaan digital yang sehat menjadi bagian penting dari upaya menciptakan ekosistem yang berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, kreativitas digital diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi masyarakat luas.

    ‎Melalui kolaborasi ini, Tencent menyatakan ingin berkontribusi terhadap upaya Indonesia membangun ekonomi kreatif yang mampu bersaing secara global. Sinergi antara IP lokal, talenta kreatif, dan teknologi diharapkan dapat menciptakan peluang baru sekaligus membawa karya Indonesia menjangkau audiens yang lebih luas.

    ‎Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.

    FAQ

    Apa tujuan kerja sama Tencent dan Kemenekraf Indonesia?

    Kerja sama Tencent dan Kemenekraf bertujuan memperkuat industri kreatif digital Indonesia, mengembangkan IP lokal, meningkatkan kemampuan talenta, serta membuka peluang bagi kreator dan pelaku usaha untuk menjangkau pasar internasional.

    Apa saja fokus kerja sama Tencent dan Kemenekraf?

    Ada tiga fokus utama, yaitu pengembangan konten dan IP lokal, penguatan ekosistem digital untuk industri media dan game, serta pemanfaatan game untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan masyarakat digital.

    Bagaimana kerja sama Tencent dan Kemenekraf mendukung industri game Indonesia?

    Kerja sama ini membuka peluang pelatihan, master class, lokakarya, pendampingan, dan perluasan jaringan internasional bagi pengembang gim serta kreator lokal. Inisiatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan talenta dan daya saing industri game Indonesia.

    Apa itu program Tencent Beyond the Screen: Healthy Digital Play?

    Tencent Beyond the Screen: Healthy Digital Play merupakan inisiatif yang mendorong kebiasaan digital yang sehat dan bertanggung jawab. Program ini membahas perlindungan anak di dunia maya, pengasuhan digital, keamanan daring, serta potensi game dalam mendukung pembelajaran dan pengembangan keterampilan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More