Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah Naruto X eFootball Jadi Kolaborasi yang Epic Fail?

Benarkah Naruto X eFootball Jadi Kolaborasi yang Epic Fail?
Lewandowski bergaya Kakashi (x.com/play_eFootball/)
Intinya Sih
5W1H
Sisi Positif
  • Kolaborasi eFootball dan Naruto menuai pro-kontra karena dianggap menghilangkan esensi realisme sepak bola dengan efek ninja yang berlebihan.
  • Konten spesial seperti kartu Epic dinilai tidak konsisten, memunculkan isu ketidakadilan antar pemain seperti Aubameyang yang tak mendapat perlakuan setara.
  • Update kolaborasi ini menambah beban memori dan munculnya bug PVP online, membuat pengalaman bermain terasa berat dan kurang stabil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dunia eFootball baru saja diguncang oleh kontradiksi opini dari para user terbagi dimana terdapat dua kubu, yaitu kubu yang antusias dan kubu yang ingin segera uninstall.

Kolaborasi antara eFootball dan Naruto secara teori terdengar seperti mimpi basah para Wibu yang kebetulan jago long pass.

Namun, dalam praktiknya, kolaborasi ini justru dinilai sebagai langkah paling melenceng yang pernah diambil Konami.

Alih-alih membawa semangat sportivitas, kita justru disuguhi tontonan yang membuat dahi berkerut.

1. Marwah Sepakbola

Koreo raksasa menampilkan karakter anime Naruto, Sasuke, dan Sakura di tengah stadion dengan penonton memenuhi tribun.
Koreo Raksasa Naruto Sasuke Sakura (x.com/play_eFootball/)

Untuk awalan mari kita bicara soal esensi. eFootball selama ini dikenal sebagai simulator sepak bola yang berusaha mengejar realisme.

Namun, begitu elemen Naruto masuk, kesan "lapangan hijau" itu menguap begitu saja.

Rasanya sangat aneh melihat pemain sekelas Robert Lewandowski melakukan gaya mata Sharingan di promo trailer maupun du kartu highlight nya.

Atau di stadion sepakbola muncul properti raksasa Susanoo dan Kyuubi. Kan kasian penonton yang ketutupan balon segede gaban begitu?

Kesan taktis dan serius yang selama ini dibangun seolah hancur demi sebuah gimmick lintas industri.

Pemain yang mengharapkan simulasi fisik bola yang akurat justru disuguhi efek Rasen Shuriken Shoot, maupun proyeksi goal memunculkan Naruto dan Sasuke.

Jika tujuannya adalah membuat game ini terasa lebih "hidup", Konami sedang menuju arah yang kurang tepat.

2. Diskriminasi Aubameyang

Seorang pemain sepak bola berdiri dengan tangan terlipat di depan sosok raksasa berwarna ungu bercahaya di dalam stadion.
Gareth Bale dan Susanoo (x.com/play_eFootball/)

Lucunya, Konami seolah tidak konsisten dalam memberikan konten ninja ini. Ambil contoh kasus kartu Epic.

Gareth Bale dan Marcelo mendapatkan perlakuan istimewa dengan efek selebrasi monumental bersama Naruto atau Sasuke.

Sementara itu, Pierre-Emerick Aubameyang justru tidak mendapatkan efek spesial yang setara.

Padahal Aubameyang juga dikenal sebagai wibu, walaupun pernah selebrasi gol bergaya ala Dragon Ball.

Mengingat kartu epic didapatkan melalui pool gacha, jadinya membuat kemungkinan mengumpulkan konten Naruto di event ini semakin menipis jika reward utamanya saja tidak diperlakukan setara.

3. Bikin Berat

Pemain sepak bola dalam game eFootball menendang bola dengan efek energi biru bercahaya di stadion penuh penonton.
Rasen Shuriken Shoot (x.com/play_eFootball/)

Konten Naruto ini menghadirkan tambahan update dan memori dalam game nya. Beberapa bahkan perlu kita update untuk gameplay ke depannya.

Lihat apa saja yang disediakan, ada efek tendangan (walaupun hanya terlihat di device kita), animasi monumental celebration, goal kick projection, goal projection, giant property, dan giant coreo. Ini belum mencakup icon-icon Naruto.

Sudah memerlukan space disk, memakan memori juga untuk menghadirkannya. Karena misalnya kalau ini sekadar konten Strike Arena yang kalaupun dihapus tidak signifikan, ini akan menempel di permainan seterusnya.

Gimmick yang belum tentu semua inginkan tapi mau tidak mau mesti diupdate agar kita bisa mainkan. Konten ini bisa menjadi beban bagi yang ingin main eFootball di permainan sepak bolanya saja.

4. Masalah PVP Online

golazo.jpg
Selebrasi Golazo (dok. Konami/eFootball)

Walaupun mungkin tidak berhubungan, namun update terkini sedang memunculkan masalah baru. Banyak pengguna melaporkan bahwa laga gagal diakhiri dengan benar.

Bayangkan kamu sudah menang 3-0, lalu di menit akhir game mendadak macet dan hasil laga menguap begitu saja. Ini bukan lagi soal strategi sepak bola, tapi soal siapa yang lebih kuat menahan sabar.

Konami sendiri telah mengakui adanya masalah ini dan menjanjikan kompensasi dalam beberapa hari ke depan.

Namun rasanya 10.000 GP tidak cukup untuk mengganti tekanan darah yang naik akibat crash yang membuat permainan tidak stabil ini.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Jaelani
EditorDoni Jaelani
Follow Us

Related Articles

See More