Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Install
For
You

Panitia Asian Games 2026 Tidak Menyediakan Practice Room untuk Cabor Esports

Panitia Asian Games 2026 Tidak Menyediakan Practice Room untuk Cabor Esports
Ilustrasi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya (Sumber: Francs Jeux)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Panitia Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya tidak menyediakan practice room untuk cabang esports, sehingga tim peserta harus menyewa ruang latihan sendiri selama kompetisi berlangsung.
  • Kepala Pelatih Timnas Esports Indonesia, Richard Permana, menyebut kondisi ini menjadi tantangan karena latihan tetap dibutuhkan agar ritme permainan atlet terjaga sepanjang ajang multi-event tersebut.
  • Tim pelatih dan manajemen telah memetakan potensi kendala sejak awal sebagai strategi agar fokus dan performa atlet tetap optimal demi membawa hasil terbaik bagi Indonesia di Asian Games 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kepala Pelatih Tim Nasional (Timnas) Esports Indonesia, Richard Permana, mengungkapkan sejumlah kendala yang berpotensi dihadapi timnya saat berlaga di Asian Games 2026 yang akan digelar di Aichi-Nagoya, Jepang.

Menurut Richard, tim pelatih sudah mulai memetakan berbagai tantangan yang mungkin muncul sejak awal.

Hal ini dilakukan agar persiapan Timnas Esports Indonesia dapat lebih matang, terutama karena Asian Games merupakan ajang multi-event yang memiliki sistem dan regulasi berbeda dibandingkan turnamen esports biasa.

Table of Content

Potensi Kendala di Venue

Potensi Kendala di Venue

Salah satu kendala yang sudah diketahui oleh tim pelatih adalah terkait fasilitas latihan selama Main Event berlangsung. Richard menyebutkan bahwa panitia Asian Games 2026 tidak menyediakan practice room khusus bagi tim peserta esports.

“Main event pun kita sudah langsung mengetahui ada kendala, yaitu panitia tidak memberikan practice room. Jadi kita harus mengeluarkan pengajuan biaya untuk book, siapa cepat dia dapat, ruangan latihannya pada saat kita di Asian Games 2026,” ujar Richard saat ditemui di kantor Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Jakarta.

Situasi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim nasional, karena latihan tetap dibutuhkan untuk menjaga ritme permainan atlet selama kompetisi berlangsung.

Tantangan Umum di Ajang Multi-Event

Richard menjelaskan bahwa kondisi seperti ini sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya mengejutkan. Dalam ajang multi-event seperti Asian Games, berbagai hal yang tidak lazim dalam turnamen esports sering kali terjadi.

“Kami memang sudah expect, kalau di multi-event itu banyak hal yang tidak lazim,” jelasnya.

Karena itu, tim pelatih sudah melakukan pemetaan berbagai potensi masalah sejak jauh hari agar tidak mengganggu fokus atlet saat bertanding.

Richard menegaskan bahwa pihak tim pelatih dan manajemen telah mengidentifikasi berbagai kemungkinan kendala yang dapat muncul selama persiapan hingga pertandingan berlangsung.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk memastikan para atlet tetap bisa tampil maksimal di ajang internasional tersebut.

“Kita sudah petakan kondisi potensi masalah dari awal untuk mengawal Merah Putih bisa berjaya,” kata Richard.

Dengan persiapan yang matang serta pemetaan risiko sejak dini, Timnas Esports Indonesia diharapkan tetap mampu tampil kompetitif dan memberikan hasil terbaik bagi Indonesia di Asian Games 2026.

FAQ

Apa kendala yang dihadapi Timnas Esports Indonesia di Asian Games 2026?

Salah satu kendala yang sudah diketahui adalah tidak adanya practice room yang disediakan panitia untuk tim esports selama main event berlangsung.

Mengapa practice room penting bagi tim esports?

Practice room digunakan untuk latihan, pemanasan, dan menjaga ritme permainan atlet sebelum dan selama pertandingan berlangsung.

Siapa kepala pelatih Timnas Esports Indonesia untuk Asian Games 2026?

Kepala pelatih Timnas Esports Indonesia adalah Richard Permana.

Mengapa Asian Games berbeda dengan turnamen esports biasa?

Asian Games merupakan ajang multi-event yang menggabungkan banyak cabang olahraga sehingga fasilitas dan sistemnya berbeda dengan turnamen esports profesional.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Valya Annisya
EditorValya Annisya
Follow Us

Related Articles

See More