Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
For
You

ZETA Division MLBB, Tim Papan Bawah M7 yang Menarik Perhatian Fans

Zeta Division menjadi perbincangan di kalangan fans MLBB Indonesia. Dok. Moonton
Zeta Division menjadi perbincangan di kalangan fans MLBB Indonesia. Dok. Moonton
Intinya sih...
  • ZETA Division, tim esports Jepang kembali ke MLBB setelah vakum lama
  • Kehadiran mereka menarik perhatian karena mid laner Katsu dan status organisasi besar di Jepang
  • Tantangan utama: kurangnya pengalaman bertanding di level tinggi dan adaptasi terhadap meta serta tekanan mental
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Keseruan M7 World Championship mulai terasa sejak babak Wild Card. Bukan hanya karena kemunculan tim-tim kuat, tapi juga kehadiran dari representasi regional yang sudah jarang terdengar di scene MLBB: Jepang.

Terakhir kali bertanding di M2 World Championship, tim Jepang akhirnya muncul lagi di ranah esports MLBB sejak MSC 2025. Kini di M7, mereka turut berpartisipasi dari fase Wild Card.

Datangnya ZETA Division membuat fans Indonesia antusias. Tapi, ini bukan cuma sekedar karena kehadiran sosok Katsu yang menyihir banyak fans. Hal ini menandakan kembalinya kepercayaan Moonton terhadap regional Asia Timur yang selama ini sering diabaikan.

Jepang di esports MLBB

Roster 10s Gaming Frost di M2. ONE Esports
Roster 10s Gaming Frost di M2. ONE Esports

Percaya atau tidak, Jepang merupakan salah satu regional yang menbentuk pondasi turnamen internasional MLBB. Mereka telah berpartisipasi sejak M Series pertama.

10s Gaming Frost menjadi tim terkuat dari Jepang saat itu, mewakili Negeri Matahari Terbit pada gelaran M1 dan M2. Hasil terbaik mereka ada di M1, dimana mereka gugur di perempat final lower bracket melawan TODAK.

Setelah M2? Nihil. Jepang tiba-tiba tidak mengirimkan perwakilan untuk M Series. Tidak ada kualifikasi resmi dari Moonton, yang saat itu dilaporkan mengalihkan slot M Series ke regional lain yang lebih besar seperti LATAM dan MENA.

Hal ini tentu membuat komunitas MLBB di Jepang kecewa. MLBB di Jepang sering kali digerakkan oleh komunitas, karena saat itu Moonton belum serius menggarap MLBB di negara yang konsumsi gamingnya dikuasai oleh game gacha dan RPG.

“Untuk saat ini, MLBB di Jepang tidak terlalu besar, atau lebih tepatnya di Jepang sendiri belum dikenal secara luas. Bukan karena tidak berhasil, tapi karena menyebar luas,” kata June1, EXP laner ZETA Division dalam wawancara bersama GGWP.

MLBB Jepang bangkit bersama ZETA Division

Roster MLBB Zeta Division di MSC 2025. Dok. Zeta Division
Roster MLBB Zeta Division di MSC 2025. Dok. Zeta Division

Semua berubah di tahun 2025, di mana Moonton resmi membuka kualifikasi untuk MSC 2025. Lebih banyak turnamen resmi diadakan, dengan target bertanding di turnamen internasional. Terlepas itu, Jepang kembali melalui jalur Wild Card.

ZETA Division memimpin kebangkitan MLBB di Jepang. Mereka bisa dibilang cukup kuat untuk turnamen tier 3-4 di region Jepang dan Asia Timur. Namun setelah lama vakum dari MLBB, ada banyak hal yang harus mereka kejar.

ZETA Division gagal lolos dari babak Wild Card MSC 2025, dengan hanya meraih satu kemenangan pada lower bracket semifinal grup B.

Pada bulan Oktober 2025 menjelang kualifikasi M7, ZETA Division mendatangkan coach Filipina, Ola, yang pernah memperkuat Burn x Flash dan Team Occupy. Datang bersamanya ada mid laner hafu Katsu, yang menjembatani komunikasi antara tim dengan Ola.

ZETA Division meningkat dari sisi gameplay, namun masih belum cukup untuk level M Series. Mereka jadi bulan-bulanan di grup A, dan finis di posisi ujung klasemen akhir.

Apa yang saat ini kurang dari Jepang?

Zeta Division tak pernah menang sekalipun di wild card M7. Dok. GGWP
Zeta Division tak pernah menang sekalipun di wild card M7. Dok. GGWP

Mudah untuk mengatakan bahwa saat ini Jepang ketinggalan jauh dari berbagai aspek. Tapi, itu bagaikan mengatakan kalau langit berwarna biru. Pemain Jepang dan pelatih mereka pun tahu mereka punya banyak PR untuk diselesaikan.

Ada hal lain yang harus menjadi perhatian, lebih dari pemahaman meta dan mekanik: yaitu pengalaman. Penguasaan meta dan teknik tidak akan ada artinya jika pengalaman riil-nya masih minim.

“Kalau melihat hasilnya, para pemain tidak tampil seperti saat scrim. Mereka juga memahami ini, dan rasanya ini akan jadi pengalaman bagus bagi mereka,” kata Ola, coach ZETA Division kepada GGWP.

“Karena mereka belum punya pengalaman, mereka ditekan dari berbagai sisi. Ada banyak hal yang mereka pikirkan di dalam game, dibandingkan saat kami biasa bermain,” lanjutnya.

Karena ada banyak informasi dan tekanan yang datang dari berbagai sisi, para pemain Zeta Division kesulitan untuk beradaptasi, dan pada akhirnya didominasi dengan mudah oleh lawan.

“Ini berbeda dengan saat scrim dimana aku selalu menemani mereka, sehingga mereka bisa bertanya padaku,” tambah Ola.

Ola juga menambahkan, mentalitas pemain Jepang yang easygoing dan bermain for fun juga mempengaruhi hasil dari pertandingan.

“Pemain Jepang selalu berpikir masih ada kesempatan lain, tapi aku tak mau mereka berpikir seperti itu. Aku ingin mereka berpikir setiap match adalah kesempatan terakhir,” ujar Ola.

Sesuatu yang cukup mengganjal juga dirasakan oleh Tezet, coach Boostgate Esports, usai mengalahkan ZETA Division di hari ketiga babak wild card M7.

“Kalau tadi pas lawan kami sih, menurutku mereka kayaknya lagi coba sesuatu yang baru. Mereka harus coba sesuatu biar menang, nothing to lose,” papar Tezet.

ZETA Division, underdog yang dicintai

Sosok Katsu yang mencuri perhatian. Dok. GGWP
Sosok Katsu yang mencuri perhatian. Dok. GGWP

Meski demikian, perhatian fans Indonesia tetap tertuju pada ZETA Division. Mereka adalah satu-satunya tim papan bawah yang mendapatkan traksi tinggi di media sosial. Alasannya, mungkin cukup mudah di-pinpoint.

Mid laner Katsu muncul dengan penampilan androgini yang mengecoh banyak fans. Pemain bernama asli Mark Hiro Iwasaki ini langsung menjadi buah bibir banyak orang. Fans menyukai sosok Katsu, meski timnya hanya jadi feeder untuk tim lainnya.

Tapi, kedatangan ZETA Division itu sendiri juga mengundang perbincangan. Di luar MLBB, Zeta Division adalah salah satu organisasi esports terbesar di Jepang. Meski berpartisipasi dari babak Wild Card, kehadiran ZETA Division itu sendiri menambah prestise dari esports MLBB.

Berproses menjadi sebuah tim tangguh bukan perjalanan yang singkat. Pada akhirnya, ZETA Division membutuhkan waktu dan kesabaran untuk melihat perkembangan tim mereka berbuah, entah kapan saatnya.

Hal ini diyakini oleh coach Ola, yang meskipun harus menyaksikan timnya jadi bulan-bulanan di babak Wild Card, menemukan secercah harapan untuk perkembangan ZETA Division.

“Hari pertama mereka kalah one-sided, hari kedua mereka mencuri satu game tapi masih belum cukup. Sekarang mereka tampil baik tapi masih belum cukup juga. Mungkin di kesempatan lain mereka bisa lebih berkembang,” kata Ola.

Dukungan juga disampaikan oleh Tezet, yang juga menekankan proses berkelanjutan sebagai bagian dari team building.

“Tetap semangat aja sih, tetap bersatu dan berkembang. Jangan sampai bubar cuma karena satu kekalahan,” ujar Tezet.

Terakhir, semangat dan harapan para pemain ZETA Division juga terpancar dengan jelas. Mereka tahu apa masalahnya, dan mereka akan berusaha keras untuk bisa improve.

“Hari ini kami kalah, tapi kami akan terus berusaha keras. Jadi, mohon dukungannya,” kata Katsu.

FAQ

Zeta Division. Dok. Moonton
Zeta Division. Dok. Moonton

1. Siapa itu ZETA Division dan mengapa mereka menarik perhatian di M7 World Championship?

ZETA Division adalah tim esports asal Jepang yang kembali tampil di scene MLBB, setelah regional Jepang sempat lama vakum. Kehadiran mereka di M7 menarik perhatian fans, terutama karena sosok mid laner Katsu dan status mereka sebagai organisasi besar di Jepang.

2. Bagaimana sejarah Jepang dalam turnamen internasional MLBB sebelum hadirnya ZETA Division?

Jepang pernah diwakili oleh tim 10s Gaming Frost pada M1 dan M2, dengan hasil terbaik mencapai perempat final lower bracket M1. Namun dimulai dari M3, Jepang absen cukup lama karena tidak ada kualifikasi resmi dari Moonton.

3. Apa tantangan utama yang dihadapi ZETA Division dalam kompetisi MLBB internasional?

Tantangan terbesar mereka adalah kurangnya pengalaman bertanding di level tinggi, selain adaptasi terhadap meta, mekanik, dan tekanan mental saat menghadapi tim kuat dari region lain.

4. Siapa sosok penting yang membantu perkembangan ZETA Division di M7?

Coach Ola dari Filipina dan midlaner Katsu menjadi figur penting. Ola membawa pengalaman melatih tim besar, sementara Katsu menjadi penghubung komunikasi sekaligus ikon yang menarik perhatian fans.

5. Mengapa ZETA Division tetap dicintai meski sering kalah di turnamen?

Karena mereka dianggap sebagai underdog yang berani tampil, punya semangat untuk berkembang, serta menghadirkan sosok Katsu yang unik. Fans menghargai perjuangan mereka dan melihat potensi kebangkitan MLBB di Jepang melalui tim ini.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Valya Annisya
EditorValya Annisya
Follow Us

Latest in Esports

See More

7 Update PUBG Mobile 4.2, Primewood Genesis Ubah Medan Pertempuran

08 Jan 2026, 17:00 WIBEsports