TC di Indonesia, Begini Cara Team Spirit Mengejar Ketertinggalan

- Team Spirit mengejar ketertinggalan dengan belajar dari tim terbaik dan menerapkan ilmu gameplay mereka.
- Mereka juga mengadakan training camp di Indonesia untuk melawan tim-tim lokal dan meningkatkan kualitas permainan mereka.
- Sawo dari Team Spirit mengungkap pengalaman bermain dengan tim Indonesia seperti Dewa United, EVOS, Geek Fam, Team Liquid, ONIC Esports, dan Alter Ego.
Team Spirit kerap menjadi tim yang suka menyusahkan lawan-lawannya. Namun secara garis besarnya, region mereka tergolong masih ada di belakang region lain.
EECA bukan sebuah region besar, dan mereka masih harus banyak belajar dari regional Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Tapi, konsistensi mereka tampil dalam turnamen internasional membuktikan kekuatan Team Spirit sudah sepadan dengan regional yang lebih maju.
Bagaimana Team Spirit mengejar defisit kekuatan dari regional EECA?
Belajar dan berkembang sedikit demi sedikit

Dalam sesi konferensi pers, Sawo dari Team Spirit mengungkap bagaimana Team Spirit mengejar ketertinggalan dari regional lain.
Menurutnya, mereka belajar dari tim-tim terbaik, dan mengambil ilmu dari gameplay mereka untuk diterapkan pada gameplay Team Spirit.
"Kami mengejar ketertinggalan secara perlahan, dari mikro dan makro. Kami mengambil hal-hal bagus dari yang kami lihat dari tim terbaik, tak peduli siapa mereka dan region mereka," kata Sawo.
"Kami bisa belajar banyak dari mereka. Kami mencoba melakukan yang terbaik dari sisi mikro dan makro, setiap aspek kami tingkatkan sedikit demi sedikit," lanjutnya.
Training camp Team Spirit di Indonesia

Selain belajar secara otodidak, Team Spirit belum lama ini juga mengadakan training camp di Indonesia. Mereka berkesempatan untuk melawan beberapa tim Indonesia yang jarang mereka hadapi.
"Kami main dengan Dewa United. Aku terkejut mereka sangat kuat, nggak begitu buruk. Dengan EVOS, aku kurang ingat apa yang terjadi, tapi menurut kami Alberttt mainnya bagus," papar Sawo.
"Geek Fam, Baloyskie GOAT-nya roam Indonesia, aku harap kita bisa bertanding bersama lagi," kenangnya, teringat dengan masa-masa M5.
"Kami bermain dengan Team Liquid, aku ingat mereka punya perubahan roster tapi mereka lumayan," sambung Sawo, mereferensikan absennya sosok Aeronnshikii dan Faviannn.
Team Spirit juga punya kesempatan untuk scrim bersama tim Indonesia yang bertanding di M7, ONIC Esports dan Alter Ego.
"Kami juga main dengan ONIC, mikro-makro mereka terbaik. Alter Ego juga kuat, tapi mereka melakukan beberapa hal dengan keliru seperti laning, cara ambil Lord," ungkap Sawo.
FAQ
| Mengapa Team Spirit dianggap sebagai tim yang menyulitkan lawan-lawannya? | Karena mereka memiliki gaya permainan yang konsisten dan mampu memberikan tekanan meski berasal dari region EECA yang relatif lebih lemah dibanding region besar lainnya. |
| Bagaimana cara Team Spirit mengejar ketertinggalan dari region lain? | Mereka belajar dari tim-tim terbaik dunia, mengambil ilmu dari gameplay mikro dan makro, lalu menerapkannya secara bertahap dalam permainan mereka. |
| Apa peran training camp di Indonesia bagi perkembangan Team Spirit? | Training camp memberi mereka kesempatan untuk berlatih melawan tim-tim Indonesia seperti Dewa United, EVOS, Geek Fam, ONIC, dan Alter Ego, sehingga mereka bisa mendapatkan pengalaman baru menghadapi gaya permainan berbeda. |
| Siapa pemain lawan yang paling berkesan bagi Team Spirit selama scrim di Indonesia? | Sawo menyebut Alberttt dari EVOS, dan Baloyskie dari Geek Fam sebagai lawan yang berkesan. |
| Apa tantangan utama yang dihadapi Team Spirit saat berlatih dengan tim regional lain? | Mereka harus beradaptasi dengan strategi yang lebih maju, memperbaiki aspek mikro dan makro, serta belajar dari kesalahan seperti pengambilan objektif dan laning yang masih perlu ditingkatkan. |


















