Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Install

RRQ Kazu Berpeluang Rombak Roster pada 2027, ADY Ungkap Rencana Regenerasi Pemain

6 min read
RRQ Kazu Berpeluang Rombak Roster pada 2027, ADY Ungkap Rencana Regenerasi Pemain
Coach ADY (Dok. GGWP/Valya)
  • Format Free Fire 2027 menghapus turnamen SEA, sehingga FFWS Indonesia menjadi krusial karena hanya dua tim terbaik liga nasional lolos ke turnamen global.

  • RRQ Kazu menyiapkan regenerasi lewat RRQ Academy sejak 2025; ADY membuka kemungkinan roster baru dan perombakan pemain pada 2027.

  • ADY bersama pelatih Indonesia membangun aliansi scrim dengan kualifikasi dan regulasi untuk meningkatkan kualitas latihan, termasuk membuka peluang bagi tim komunitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perubahan besar akan mewarnai kompetisi Free Fire pada 2027. Setelah sebelumnya tim-tim Indonesia harus bersaing di level nasional dan Asia Tenggara (SEA), format baru akan menghapus turnamen regional tersebut.

Artinya, kesempatan untuk menguji kekuatan melawan tim-tim dari Thailand, Vietnam, Malaysia, dan negara lain di kawasan Asia Tenggara akan semakin terbatas.

Dalam skema kompetisi baru, persaingan di FFWS Indonesia bakal menjadi semakin krusial. Sebab, hanya dua tim terbaik dari liga nasional yang akan mendapatkan tiket menuju turnamen global.

Kondisi ini membuat setiap tim harus mempersiapkan diri lebih matang, bukan hanya dari segi strategi permainan, tetapi juga kedalaman roster dan sistem regenerasi pemain.

RRQ Kazu ternyata sudah memiliki rencana untuk menghadapi perubahan tersebut. Bahkan, program pengembangan pemain mereka telah dirancang sejak 2025 melalui pembentukan RRQ Academy.

Coach RRQ Kazu, ADY, mengungkapkan bahwa akademi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menyiapkan talenta baru yang bisa memperkuat tim utama maupun berkembang di ekosistem Free Fire Indonesia.

Menurut ADY, langkah ini diambil karena regenerasi pemain Free Fire di Indonesia masih menjadi tantangan. Dengan membangun jalur pengembangan pemain sendiri, RRQ ingin memiliki persediaan talenta yang siap berkembang dan berpotensi mengisi posisi di RRQ Kazu pada masa mendatang.

"Itu sudah kita pikirkan. Pada 2025, saya punya program untuk mewacanakan stock player RRQ Kazu untuk beberapa tahun ke depan. Kemudian, pada 2026, manajemen menyetujui dan kita menjalankan RRQ Academy dengan beberapa stock yang kita punya," ungkap ADY, saat ditemui di acara Pelepasan Tim Indonesia Menuju FFWS Global Finals 2026 di Jakarta Selatan pada Jumat (30/10).

Ia mengakui, program tersebut sempat mendapat kritik dari sejumlah tim esports lain. RRQ dinilai terlalu mendominasi area perekrutan pemain karena memiliki jalur pengembangan talenta sendiri.

"Kita memang, khususnya Indonesia, sedang krisis regenerasi player. Jadi, kita mencoba mengembangkan bibit itu dan menjalankannya pada 2026. Sekarang kita sudah punya cukup banyak stock. Belum bisa dikategorikan matang, tetapi prosesnya sudah sedikit berkembang," lanjutnya.

ADY memperkirakan hasil pengembangan RRQ Academy mulai bisa diimplementasikan lebih jauh pada 2027. Apalagi, regulasi FFWS Indonesia disebut memungkinkan pemain dengan usia minimal 14 tahun untuk berkompetisi di liga lokal.

Dengan ketentuan tersebut, pemain dari RRQ Academy dan level pengembangan di bawahnya berpeluang tampil dalam kompetisi yang sama dengan RRQ Kazu, meskipun tidak berada di bawah manajemen yang sama.

Artinya, RRQ tidak hanya menyiapkan pemain untuk kebutuhan internal tim utama. Jalur pengembangan tersebut juga dapat membuka kesempatan bagi talenta muda untuk mendapatkan pengalaman kompetitif dan berkembang di ekosistem Free Fire Indonesia.

  1. RRQ Kazu Berpeluang Rombak Roster pada 2027

    Program regenerasi melalui RRQ Academy juga berhubungan dengan rencana RRQ Kazu dalam menyusun komposisi pemain untuk musim 2027. ADY tidak menutup kemungkinan akan ada pemain yang dilepas maupun talenta baru yang mendapatkan kesempatan memperkuat tim utama.

    Ia ingin para pemain RRQ Kazu memahami bahwa posisi di dalam tim tidak selalu terjamin untuk jangka panjang. Kehadiran pemain-pemain muda di jalur pengembangan membuat persaingan internal semakin terbuka. Setiap pemain harus terus menunjukkan performa terbaik agar bisa mempertahankan tempatnya.

    "Nggak menutup kemungkinan, karena itu sudah diwacanakan dari 2025 kemarin. Saya sendiri mau semua yang ada di RRQ Kazu itu tidak selalu berpikir kalau dia bakal stay dan selalu long last di tim RRQ," jelas ADY.

    Menurutnya, pemain-pemain yang berada di bawah RRQ Kazu akan terus berkembang dan bisa menjadi pengganti kapan saja. Pergantian roster bahkan tidak harus menunggu pergantian musim jika memang diperlukan untuk meningkatkan performa tim.

    "Di bawahnya itu makin banyak player-player yang bakal menggantikan dia kapan pun dan di mana pun. Entah dari mana pun, bisa jadi pertengahan musim kita ganti, atau mungkin pertengahan match kita ganti. Itu bisa saja terjadi," tambahnya.

    Secara khusus, ADY menyebut RRQ Kazu memiliki rencana untuk menghadirkan roster baru pada 2027 sekaligus melakukan perombakan terhadap sejumlah pemain.

    "Untuk 2027 secara official kita ada plan kemungkinan bakal ada new roster yang masuk ke RRQ Kazu dan kita bakal reshuffle beberapa player," ungkapnya.

    Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa RRQ Kazu tidak ingin terpaku pada komposisi pemain yang sama. Dengan adanya regenerasi melalui RRQ Academy, tim memiliki opsi lebih luas untuk melakukan penyegaran roster sesuai kebutuhan kompetitif.

    RRQ Kazu Berpeluang Rombak Roster pada 2027, ADY Ungkap Rencana Regenerasi Pemain
    RRQ Kazu (Dok. GGWP/Valya)
  2. ADY Bangun Aliansi Coach untuk Tingkatkan Kualitas Scrim Indonesia

    Selain regenerasi pemain dan persiapan roster, ADY juga menyoroti tantangan lain yang muncul akibat perubahan format kompetisi 2027, yaitu semakin terbatasnya kesempatan tim Indonesia berhadapan langsung dengan tim dari negara lain.

    Selama ini, kompetisi tingkat SEA menjadi salah satu tolok ukur untuk mengukur perkembangan strategi dan kemampuan tim Indonesia. Ketika jalur regional tersebut dihapus, tim-tim Tanah Air harus mencari cara lain agar kualitas permainan mereka tetap teruji sebelum menghadapi persaingan di turnamen global.

    ADY menilai kualitas scrim Indonesia selama ini kerap diremehkan oleh sejumlah region. Salah satu persoalan yang ia soroti adalah mudahnya informasi dan strategi latihan tim Indonesia tersebar ke pihak luar.

    "Kita tahu kualitas scrim kita itu terlalu diremehkan beberapa region lain. Buktinya, scrim kita, data kita, terlalu gampang dieksploitasi. Apa yang kita lakukan dan apa yang kita pelajari itu bocor ke semua regional, sehingga mereka bisa mengaksesnya kapan pun dan di mana pun," jelas ADY.

    Untuk mengatasi masalah tersebut, ADY bersama sejumlah pelatih Indonesia mulai membangun aliansi guna meningkatkan standar scrim. Beberapa nama yang terlibat di antaranya adalah Coach ChrisJo dari Bigetron by Vitality, Coach AFM dari ONIC, serta Bang Fayad dan sejumlah pelatih lainnya.

    Aliansi tersebut diharapkan dapat membangun lingkungan latihan yang lebih terarah, sekaligus menjaga kualitas persaingan antar tim Indonesia. Mereka juga menyiapkan kualifikasi dan sejumlah regulasi bagi tim yang ingin bergabung dalam scrim bersama tim profesional.

    Menariknya, program ini tidak hanya ditujukan untuk tim yang sudah berkompetisi di level tertinggi. Tim komunitas juga berpeluang mendapatkan kesempatan berlatih bersama pemain profesional melalui mekanisme yang telah ditentukan.

    "Jadi, kita membangun kualitas scrim dengan kualifikasi wajib tim Indonesia. Bukan cuma untuk mengedepankan kualitas pemain kita, tetapi juga memberikan kesempatan beberapa tim komunitas untuk main bareng pro player," ujar ADY.

    Meski demikian, kesempatan tersebut tetap disertai tahapan seleksi, konsekuensi, dan komitmen yang harus dipenuhi oleh tim komunitas sebelum bergabung dengan lingkungan scrim profesional.

    Dengan format kompetisi yang semakin berpusat pada liga nasional, persiapan seperti yang dilakukan RRQ Kazu menjadi semakin penting.

    RRQ Academy menjadi fondasi regenerasi, kemungkinan perombakan roster membuka ruang bagi pemain baru, sementara aliansi pelatih di Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kualitas latihan secara kolektif.

    Tantangan Free Fire Indonesia pada 2027 bukan hanya tentang memperebutkan dua tiket menuju turnamen global. Tim-tim juga harus memastikan bahwa pemain, strategi, dan ekosistem kompetitif mereka terus berkembang.

    Bagi ADY, membangun kekuatan dari dalam menjadi salah satu langkah penting agar RRQ Kazu dan tim Indonesia lainnya tetap mampu bersaing di panggung internasional.

    Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.

    FAQ

    Apa perubahan format kompetisi Free Fire pada 2027?

    Kompetisi Free Fire 2027 akan menghapus turnamen tingkat Asia Tenggara (SEA). Tim Indonesia akan berkompetisi di FFWS Indonesia, dengan dua tim terbaik yang berhak mendapatkan tiket menuju turnamen global.

    Apa persiapan RRQ Kazu menghadapi perubahan kompetisi Free Fire 2027?

    RRQ Kazu menyiapkan regenerasi pemain melalui RRQ Academy yang mulai dirancang pada 2025 dan dijalankan pada 2026. Program ini bertujuan mengembangkan talenta muda untuk memperkuat tim pada masa mendatang.

    Apakah RRQ Kazu akan melakukan perombakan roster pada 2027?

    Ya. Coach ADY mengungkapkan bahwa RRQ Kazu berencana mendatangkan pemain baru dan melakukan reshuffle terhadap sejumlah pemain pada 2027. Pergantian pemain juga berpeluang terjadi di tengah musim atau pertandingan.

    Siapa saja coach yang membangun aliansi scrim Free Fire Indonesia?

    ADY menyebut sejumlah pelatih yang terlibat, di antaranya Coach ChrisJo dari Bigetron by Vitality, Coach AFM dari ONIC, dan Coach Fayad. Aliansi ini bertujuan meningkatkan kualitas scrim sekaligus membuka kesempatan bagi tim komunitas untuk berlatih bersama pemain profesional.

Related Articles

See More