ONIC Punya Mekanik Jago, Adam Soroti Masalah Komunikasi dengan POOM

ONIC membawa modal mekanik individu kuat setelah konsisten mencatat banyak eliminasi di FFWS SEA 2026 Fall dan lolos sebagai wakil Indonesia ke FFWS Global Finals 2026.
Adam menyoroti keputusan late game dan komunikasi ONIC yang masih perlu dibenahi, terutama karena perbedaan bahasa dengan POOM, kapten asal Thailand.
FFWS Global Finals 2026 Bangkok menjadi ajang ONIC menghadapi tim terbaik lintas region, dengan koordinasi dan konsistensi sebagai faktor penting selain kemampuan mekanik.
ONIC memiliki modal besar untuk bersaing di FFWS Global Finals 2026 Bangkok berkat kualitas mekanik para pemainnya. Namun, menurut Adam, tim berjuluk Landak Kuning tersebut masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam pengambilan keputusan pada fase late game dan komunikasi antarpemain.
Evaluasi itu disampaikan Adam setelah melihat performa ONIC sepanjang FFWS SEA 2026 Fall. Ia menilai kemampuan individu para pemain sudah terbukti melalui catatan eliminasi yang tinggi selama turnamen.
Meski demikian, keunggulan dalam pertarungan mekanik perlu diimbangi dengan koordinasi dan keputusan yang lebih matang agar ONIC bisa tampil lebih maksimal di panggung dunia.
ONIC sendiri menjadi salah satu wakil Indonesia yang berhasil mengamankan tiket ke FFWS Global Finals 2026.
Turnamen di Bangkok tersebut akan menjadi kesempatan bagi mereka untuk menguji kemampuan menghadapi tim-tim terbaik dari berbagai region.
Table of Content
Mekanik Pemain Jadi Kekuatan Utama ONIC
Adam menilai kemampuan mekanik seluruh pemain ONIC menjadi faktor penting yang membuat timnya mampu bersaing di FFWS SEA 2026 Fall.
Menurutnya, kualitas individu tersebut terlihat dari banyaknya eliminasi yang berhasil dikumpulkan ONIC sepanjang kompetisi.
"Mungkin karena keunggulannya ONIC, kayaknya karena mekanik pemainnya jago semua sih. Sudah terbukti dari FFWS SEA 2026 Fall kemarin, record-nya ONIC selalu kill banyak mulu," ucap Adam.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ONIC memiliki modal kuat dalam pertarungan langsung. Kemampuan pemain untuk memenangkan duel dan mengamankan eliminasi dapat menjadi keuntungan ketika menghadapi tim lawan dengan gaya bermain agresif.
Meski demikian, jumlah eliminasi yang tinggi tidak selalu menjamin kemenangan. Dalam kompetisi Free Fire, tim juga harus mampu membaca situasi, menentukan rotasi yang tepat, serta mengambil keputusan secara efektif ketika pertandingan memasuki fase akhir.
Aspek inilah yang menjadi perhatian Adam menjelang penampilan ONIC di panggung dunia.
Komunikasi dan Keputusan Late Game Masih Perlu Dibenahi
Di balik keunggulan mekanik para pemainnya, Adam menyebut pengambilan keputusan pada fase akhir pertandingan atau late game masih menjadi pekerjaan rumah bagi ONIC.
Menurutnya, komunikasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan tim dalam menentukan langkah ketika situasi pertandingan semakin kompleks.
Tantangan tersebut juga berkaitan dengan perbedaan bahasa yang harus dihadapi para pemain saat berkomunikasi dengan POOM, pemain asal Thailand yang bergabung dengan ONIC.
"Cuma decision late-gamenya kurang lah, late-gamenya masih kurang, komunikasinya masih kurang. Karena berbeda bahasa juga sama POOM, jadi late-gamenya lumayan susah. Apalagi POOM kan kapten juga tuh," lanjut Adam.
Kehadiran POOM memberikan dinamika tersendiri bagi ONIC. Sebagai kapten, ia memiliki peran penting dalam mengarahkan permainan dan membantu tim mengambil keputusan.
Karena itu, komunikasi yang efektif menjadi semakin krusial, terutama ketika setiap keputusan pada fase akhir pertandingan dapat menentukan hasil.
Perbedaan bahasa bukan berarti ONIC tidak bisa membangun koordinasi yang baik. Namun, tim tetap perlu memastikan setiap instruksi, informasi posisi lawan, dan rencana rotasi dapat dipahami dengan cepat oleh seluruh pemain.
Dalam pertandingan kompetitif, keterlambatan menyampaikan informasi atau perbedaan pemahaman mengenai strategi bisa memengaruhi eksekusi di lapangan.
Oleh karena itu, memperkuat komunikasi dan menyelaraskan pengambilan keputusan berpotensi membantu ONIC memaksimalkan kemampuan mekanik yang sudah mereka miliki.
Tantangan ONIC di FFWS Global Finals 2026 Bangkok
Keberhasilan lolos ke FFWS Global Finals 2026 menjadi kesempatan bagi ONIC untuk menguji kemampuan mereka di level internasional.
Turnamen ini akan mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai region, sehingga persaingan diperkirakan menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan kompetisi Asia Tenggara.
Bagi ONIC, kemampuan mekanik yang ditunjukkan sepanjang FFWS SEA 2026 Fall bisa menjadi modal untuk menghadapi lawan-lawan tersebut.
Akan tetapi, konsistensi dalam mengambil keputusan dan membangun komunikasi yang solid juga akan berperan penting dalam menentukan sejauh mana mereka mampu melangkah.
Evaluasi yang disampaikan Adam memperlihatkan bahwa ONIC menyadari kekuatan sekaligus kekurangan mereka.
Jika mampu mempertahankan produktivitas eliminasi sembari memperbaiki koordinasi pada fase akhir pertandingan, ONIC berpeluang tampil lebih solid di panggung dunia.
Kini, tantangan bagi Adam dan rekan-rekannya adalah mengubah keunggulan individu menjadi performa tim yang konsisten.
FFWS Global Finals 2026 Bangkok akan menjadi panggung pembuktian bagi ONIC untuk menunjukkan bahwa mereka bukan hanya mampu mengumpulkan banyak eliminasi, tetapi juga memiliki kemampuan mengambil keputusan yang tepat ketika pertandingan mencapai momen paling menentukan.
Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.
FAQ
Apa keunggulan utama ONIC menurut Adam? Menurut Adam, keunggulan utama ONIC terletak pada kemampuan mekanik para pemainnya. Hal ini terlihat dari catatan eliminasi ONIC yang tinggi sepanjang FFWS SEA 2026 Fall.
Apa kelemahan ONIC yang masih perlu diperbaiki menurut Adam? Adam menilai ONIC masih perlu meningkatkan pengambilan keputusan pada fase late game dan komunikasi antarpemain agar koordinasi tim lebih maksimal.
Mengapa komunikasi menjadi tantangan bagi ONIC? Salah satu tantangannya adalah perbedaan bahasa antara pemain ONIC dengan POOM, pemain asal Thailand yang juga menjabat sebagai kapten tim. Kondisi tersebut membuat komunikasi dan pengambilan keputusan pada fase akhir pertandingan menjadi lebih menantang.
Apakah ONIC lolos ke FFWS Global Finals 2026? Ya. ONIC menjadi salah satu tim Indonesia yang berhasil mendapatkan tiket ke FFWS Global Finals 2026 di Bangkok. Mereka akan bersaing dengan tim-tim terbaik dari berbagai region.






















