Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Menjadi TikTokers di 2026, Nggak Cuma Soal Viral

detail-co-OulqnjAE33E-unsplash.jpg
Tiktokers (unsplash.com/detailvideo)
Intinya sih...
  • Tentukan niche sejak awal, jangan jadi serba bisa
  • Kuasai hook 3 detik pertama
  • Konsisten upload, tapi tetap jaga kualitas
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di 2026, jadi TikTokers bukan lagi soal viral semalam lalu hilang ditelan algoritma.

Persaingan makin ketat, penonton makin pintar, dan platform juga terus berubah. Kalau dulu cukup joget ikut tren, sekarang kreator dituntut punya karakter, konsistensi, dan strategi.

Buat kamu yang pengin serius terjun ke dunia TikTok di 2026, ini bukan lagi soal keberuntungan semata.

Ada pola, ada kebiasaan, dan ada cara main yang perlu dipahami.

Nah, berikut ini 5 cara jadi TikTokers di 2026 yang realistis dan relevan.

1. Tentukan Niche Sejak Awal, Jangan Jadi Serba Bisa

Willie Salim.jpg
Tiktokers (willie salim)

Salah satu kesalahan paling umum calon TikTokers adalah pengin bikin semua jenis konten.

Hari ini komedi, besok edukasi, lusa review produk—akhirnya algoritma bingung, penonton pun nggak punya alasan buat stay.

Di 2026, TikTok makin memprioritaskan akun dengan niche yang jelas. Mau fokus gaming, edukasi singkat, lifestyle, storytelling, atau daily content, pilih satu dulu. Dari situ, bangun identitas yang konsisten supaya audiens tahu alasan mereka harus follow kamu.

2. Kuasai Hook 3 Detik Pertama

Fuji.jpg
Tiktokers (fujian)

Realitanya pahit karena penonton TikTok itu kejam. Kalau 3 detik pertama nggak menarik, video kamu langsung di-skip. Itulah kenapa hook jadi senjata utama TikTokers di 2026.

Bisa berupa kalimat pemancing, ekspresi wajah, potongan adegan paling menarik, atau pertanyaan yang bikin penasaran.

Jangan simpan momen terbaik di akhir untuk TikTok, bagian paling kuat justru harus ditaruh di depan.

3. Konsisten Upload, Tapi Tetap Jaga Kualitas

Kayes.jpg
Tiktokers (Kayes)

Upload tiap hari memang bagus, tapi asal-asalan justru bisa jadi bumerang.

Di 2026, algoritma makin pintar membaca watch time, retention, dan interaksi penonton.

Idealnya, cari ritme yang sanggup kamu pertahankan.

Bisa 3–5 video per minggu dengan konsep matang, daripada 2 video sehari tapi nggak niat. Ingat, TikTok sekarang bukan cuma soal kuantitas, tapi juga soal seberapa lama orang betah nonton konten kamu.

4. Bangun Interaksi, Jangan Cuma Kejar Views

Miawaug.jpg
Tiktokers (Miawaug)

TikTokers yang bertahan lama biasanya punya satu kesamaan yaitu komunitas. Balas komentar, bikin konten dari komentar (reply with video), dan ajak audiens ngobrol lewat call to action sederhana.

Di 2026, algoritma TikTok makin menghargai interaksi dua arah. Konten dengan komentar aktif dan diskusi sehat punya peluang lebih besar buat masuk FYP dibanding video dengan views tinggi tapi minim respons.

5. Pahami Data dan Ikuti Perubahan Trend

Jennifer Coppen.jpg
Tiktokers (jennifer coppen)

TikTok bukan platform statis. Trend berubah cepat, format konten berkembang, dan preferensi audiens ikut bergeser. TikTokers yang sukses di 2026 adalah mereka yang mau belajar membaca analytics.

Perhatikan video mana yang performanya paling bagus, durasi yang paling ditonton, dan jam upload yang efektif. Jangan anti data. Di balik konten yang kelihatan santai, kreator besar selalu punya strategi yang rapi.

Menjadi TikTokers di 2026 bukan lagi mimpi kosong, tapi juga bukan jalan pintas. Dibutuhkan konsistensi, kesabaran, dan kemauan buat terus beradaptasi. Viral memang menyenangkan, tapi bertahan jauh lebih penting.

Kalau kamu siap belajar, siap gagal, dan siap berkembang, TikTok masih jadi panggung besar buat siapa pun yang berani tampil dengan versi terbaik dirinya.

FAQ

Q1: Apakah masih mungkin jadi TikTokers dari nol di 2026?
A: Sangat mungkin. TikTok masih membuka peluang besar buat akun baru, selama kontennya relevan dan punya hook yang kuat.

Q2: Lebih penting ikut tren atau konsisten di niche?
A: Keduanya penting. Ikuti tren, tapi tetap sesuaikan dengan niche kamu supaya audiens nggak bingung.

Q3: Apakah harus pakai kamera mahal?
A: Nggak. Di TikTok, konten yang autentik dan relatable sering kali mengalahkan video super sinematik.

Q4: Berapa lama biasanya akun mulai berkembang?
A: Relatif. Ada yang cepat, ada yang butuh berbulan-bulan. Kuncinya tetap konsisten dan mau evaluasi konten.

Q5: Apakah TikTok masih menjanjikan secara finansial?
A: Iya. Dari brand deal, afiliasi, sampai live gifting, peluang monetisasi TikTok di 2026 masih terbuka lebar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Jaelani
EditorDoni Jaelani
Follow Us

Latest in Entertainment

See More

Kpop Unik: Nur Santi Indri Menang Kompetisi Bakat di Korea Selatan

08 Jan 2026, 10:00 WIBEntertainment