10 Series Netflix Rating Tinggi tapi Sepi Penonton

- The Marked Heart adalah serial thriller berbahasa Spanyol dengan alur twist dan emosi kuat, namun kurang mendapat perhatian luas karena gaya penceritaannya yang kental dengan nuansa telenovela.
- Fuller House memiliki basis penggemar yang solid, tetapi jarang dibicarakan secara luas di luar penonton nostalgia. Ceritanya terlalu bergantung pada kenangan masa lalu.
- Firefly Lane mengisahkan persahabatan dua perempuan dari masa remaja hingga dewasa dengan cerita emosional dan realistis, namun tidak ramai diperbincangkan di media sosial meski memiliki rating audiens tinggi.
Netflix dikenal sebagai rumah bagi serial-serial populer dengan jutaan penonton di seluruh dunia.
Namun, tidak semua series berkualitas tinggi berhasil menarik perhatian massa. Ada sejumlah judul yang justru mendapatkan rating bagus dari penonton setianya, tetapi luput dari sorotan arus utama.
Faktor promosi, genre yang terlalu spesifik, hingga waktu rilis sering membuat serial-serial ini tenggelam.
Artikel ini akan membahas 10 series Netflix dengan rating tinggi namun relatif sepi penonton, meski kualitas ceritanya tak bisa dipandang sebelah mata.
Table of Content
1. The Marked Heart

IMDb: 6,6
The Marked Heart adalah serial thriller berbahasa Spanyol yang mengangkat isu kelam perdagangan organ ilegal. Ceritanya berfokus pada seorang pria yang memburu penerima jantung istrinya setelah sang istri dibunuh. Meski memiliki alur penuh twist dan emosi yang kuat, serial ini kurang mendapat perhatian luas karena gaya penceritaannya yang kental dengan nuansa telenovela.
Penonton yang terbiasa dengan drama Amerika mungkin merasa asing, padahal penggemar genre thriller justru memberi rating tinggi. Musim kedua bahkan mengalami peningkatan penilaian audiens, menjadikannya salah satu serial Netflix yang underrated.
2. Fuller House

IMDb: 6,7
Sebagai kelanjutan dari sitkom legendaris Full House, Fuller House sebenarnya memiliki basis penggemar yang solid. Namun, di luar penonton nostalgia, serial ini jarang dibicarakan secara luas. Kritikus menilai ceritanya terlalu bergantung pada kenangan masa lalu, tetapi audiens justru menikmati kehangatan dan humor familiernya.
Selama lima musim, rating penonton cenderung stabil dan positif. Fuller House menjadi contoh serial dengan apresiasi tinggi dari penggemar setia, tetapi kurang menarik minat generasi baru yang tidak tumbuh bersama versi aslinya.
3. Firefly Lane

IMDb: 7,7
Firefly Lane mengisahkan persahabatan dua perempuan dari masa remaja hingga dewasa, berlatar beberapa dekade berbeda. Ceritanya emosional, realistis, dan dekat dengan kehidupan nyata, terutama soal persahabatan dan pengorbanan. Kritikus awalnya meremehkan kekuatan naskahnya, namun penonton justru memberikan respons luar biasa.
Meski sempat mencetak angka penayangan besar, serial ini tidak ramai diperbincangkan di media sosial. Rating audiens yang tinggi membuktikan Firefly Lane memiliki dampak emosional kuat meski tidak menjadi fenomena budaya pop besar.
4. The Punisher

IMDb: 8,4
The Punisher sering kalah pamor dibanding Daredevil dalam semesta Marvel Netflix. Padahal, penampilan Jon Bernthal sebagai Frank Castle menuai pujian luas dari penggemar. Serial ini menyajikan potret antihero yang gelap, brutal, dan penuh konflik batin.
Kritikus mempertanyakan urgensi kekerasannya, tetapi penggemar Marvel justru menilai pendekatan realistis ini sebagai keunggulan. Meski rating audiens tinggi, The Punisher relatif sepi pembahasan dibanding serial superhero lain, menjadikannya tontonan berkualitas yang kurang diapresiasi secara luas.
5. Insatiable

IMDb: 6,5
Insatiable adalah serial komedi gelap yang menuai kontroversi sejak awal rilis. Mengangkat isu body shaming, balas dendam, dan standar kecantikan, serial ini dianggap terlalu berani oleh kritikus. Namun, audiens justru menilai keberaniannya sebagai sesuatu yang segar.
Perbedaan rating kritikus dan penonton sangat mencolok, dengan audiens memberikan skor jauh lebih tinggi. Sayangnya, kontroversi membuat banyak orang enggan menonton, sehingga Insatiable tetap menjadi serial dengan rating audiens bagus tetapi minim popularitas arus utama.
6. Emily in Paris

IMDb: 6,8
Meski sering dikritik karena stereotip dan cerita ringan, Emily in Paris memiliki basis penonton setia dengan rating audiens yang konsisten. Banyak yang menganggap serial ini sebagai hiburan ringan tanpa beban. Namun, di beberapa wilayah, serial ini justru tidak terlalu ramai dibicarakan meski jumlah musimnya terus bertambah.
Popularitasnya lebih kuat di kalangan tertentu, bukan penonton Netflix secara keseluruhan. Dengan rating audiens yang relatif tinggi, Emily in Paris membuktikan bahwa kesenangan sederhana tetap punya tempat, meski sering diremehkan.
7. Disenchantment

IMDb: 7,2
Karya animasi Matt Groening ini sering dibandingkan dengan The Simpsons dan Futurama, namun justru tenggelam di antara keduanya. Disenchantment memiliki dunia fantasi unik dan karakter yang berkembang perlahan.
Kritikus menganggap humornya terlalu lambat, tetapi penonton setia menilai kedalaman ceritanya sebagai nilai plus. Rating audiens cukup tinggi, terutama di musim-musim akhir. Sayangnya, serial ini jarang menjadi perbincangan besar, meski memiliki lima musim yang solid dan penutup cerita yang direncanakan dengan matang.
8. 13 Reasons Why

IMDb: 7,4
Setelah musim pertama yang fenomenal, 13 Reasons Why mengalami penurunan dukungan kritikus. Namun, rating penonton tetap tinggi karena isu-isu sensitif yang diangkat terasa relevan bagi remaja dan dewasa muda.
Meski banyak ditonton, serial ini sering ditinggalkan dari diskusi kualitas karena kontroversinya. Banyak penonton menonton karena rasa penasaran, bukan hype positif. Alhasil, meski rating audiens kuat, 13 Reasons Why sering dianggap sepi dukungan moral dari publik luas.
9. The Politician

IMDb: 7,4
The Politician adalah satire politik dengan gaya khas Ryan Murphy yang penuh warna dan simbolisme. Penampilan Ben Platt dan Gwyneth Paltrow menjadi daya tarik utama.
Namun, ceritanya yang kompleks dan gaya visual berlebihan membuat sebagian penonton awam enggan mengikuti. Meski begitu, penonton yang bertahan justru memberikan rating tinggi. Serial ini sukses secara angka penayangan, tetapi jarang menjadi topik pembicaraan jangka panjang, menjadikannya salah satu serial Netflix dengan kualitas tinggi namun kurang gaung.
10. Too Hot To Handle

Rating Graph: 6,1
Sebagai reality show, Too Hot To Handle hampir selalu diremehkan kritikus. Namun, rating penonton menunjukkan cerita ini sangat digemari.
Meski jumlah musimnya terus bertambah, acara ini jarang dianggap sebagai tontonan “serius”, sehingga kurang mendapat pengakuan luas. Penonton setianya menikmati drama, konflik, dan dinamika hubungan yang disajikan. Dengan rating audiens yang stabil dan tinggi, Too Hot To Handle membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu sejalan dengan pengakuan kritis atau citra prestisius.
Tidak semua serial berkualitas tinggi berhasil menjadi perbincangan besar. Sepuluh series Netflix di atas membuktikan bahwa rating tinggi dari penonton tidak selalu berbanding lurus dengan popularitas massal. Genre yang niche, promosi terbatas, hingga stigma kritikus sering membuat serial ini luput dari sorotan. Bagi penonton yang ingin menemukan tontonan berbeda dan underrated, daftar ini bisa menjadi referensi menarik untuk menjelajah konten Netflix di luar arus utama.
FAQ Singkat Series Netflix yang Rating Tinggi Tapi Sepi Penonton
| Apa maksud rating tinggi tapi sepi penonton? | Serial ini disukai penonton setia, tetapi kurang populer secara luas. |
| Apakah semua series ini gagal? | Tidak, sebagian justru sukses secara kualitas dan bertahan beberapa musim. |
| Kenapa series bagus bisa sepi penonton? | Faktor genre, promosi, dan waktu rilis sangat berpengaruh. |
| Apakah rating diambil dari Rotten Tomatoes? | Sebagian besar mengacu pada skor audiens Rotten Tomatoes dan respons penonton. |
| Apakah series ini layak ditonton? | Ya, terutama jika kamu mencari tontonan Netflix yang underrated. |


















