Review Film The SpongeBob Movie: Search for SquarePants

- Film The SpongeBob Movie: Search for SquarePants meramaikan bioskop Tanah Air
- Plot tipis, humor slapstick, dan karakter kuat menjadi daya tarik utama film ini
- Konflik kurang menantang secara kreatif, namun visual yang memanjakan mata tetap menjadi keunggulan
The SpongeBob Movie: Search for SquarePants menjadi film terbaru dari franchise SpongeBob yang ikut meramaikan bioskop Tanah Air.
Film animasi ini jelas menyasar penonton keluarga, terutama anak-anak sekolah yang sedang menikmati masa libur.
Namun seperti film SpongeBob sebelumnya, pertanyaannya selalu sama, apakah film ini cukup menghibur?
Sinopsis SpongeBob Movie: Search for SquarePants (2025)
Cerita film ini berangkat dari kegelisahan klasik sang spons kuning yang ingin dianggap sebagai “anak gede”. SpongeBob ingin membuktikan bahwa dirinya bukan bocah ingusan, terutama di mata sang bos, Mr. Krabs.
Masalahnya, setiap upaya itu selalu mentok pada rasa takut dan ketidakdewasaan yang justru menjadi ciri khas SpongeBob sejak dulu.
Demi membuktikan dirinya sudah layak disebut dewasa, SpongeBob mengajak sahabat setianya, Patrick, untuk memulai petualangan bajak laut menuju Underworld.
Di sanalah mereka bertemu Flying Dutchman, sosok legendaris yang ternyata menyimpan agenda tersembunyi di balik tawaran petualangan tersebut.
| Producer | Lisa Stewart, Pam Brady, Aaron Dem |
| Writer | Marc Ceccarelli, Kaz, Pam Brady |
| Age Rating | BO-SU |
| Genre | Animation, Adventure, Comedy |
| Duration | 96 Minutes |
| Release Date | 1-12-2025 |
| Theme | Family |
| Production House | Nickelodeon Animation Studios, Nickelodeon Movies, Paramount Animation, and United Plankton Pictures |
| Where to Watch | Cinema XXI |
| Cast | Ice Spice, Mark Hamill, Tom Kenny, Cara Mitsuko, George Lopez, Regina Hall, Clancy Brown, Bill Fagerbakke, Mr. Lawrence |
Trailer SpongeBob Movie: Search for SquarePants
The SpongeBob Movie: Search for SquarePants
Humor Slapstick Masih Jadi Andalan
Jujur saja, plot bukanlah hal yang perlu terlalu dipikirkan di film ini.
Alurnya tipis, nyaris seperti benang jemuran yang dipasang semata-mata agar sebanyak mungkin jokes bisa digantung di atasnya.
The SpongeBob Movie: Search for SquarePants hidup dari humor slapstick, permainan kata receh, serta visual yang sengaja dibuat sekonyol mungkin hingga ke titik absurd.
Soal urusan lelucon, SpongeBob tahu betul kekuatannya. Jokes fisik, ekspresi wajah yang berlebihan, hingga lelucuon pantat yang dilontarkan tanpa rasa bersalah menjadi tulang punggung film ini.
Ritme leluconnya sangat rapat, seolah tidak memberi kesempatan penonton untuk bernapas terlalu lama sebelum dihantam joke berikutnya.
Karakter Tetap Kuat, Konflik Kurang Menggigit
SpongeBob tetap menjadi pusat perhatian. Perpaduan antara kepolosan yang tulus dan niat baik yang sering berujung kekacauan masih bekerja dengan efektif.
Namun, konflik yang ia hadapi kali ini terasa kurang menantang secara kreatif. Banyak kejadian terjadi silih berganti, tetapi hanya sedikit yang benar-benar membekas setelah film selesai.
Karakter pendukung seperti Patrick berfungsi sebagai akselerator kekacauan.
Logikanya yang nyaris nihil justru membuat situasi semakin tidak masuk akal dan di situlah film ini terasa paling hidup.
Flying Dutchman juga tampil cukup menghibur, meski ancaman yang ia hadirkan lebih sering terasa lucu ketimbang menyeramkan.
Dari sisi visual, film ini masih memanjakan mata dengan warna-warna mencolok dan desain dunia bawah laut yang liar.
Namun ketika cerita berpindah ke dunia permukaan, daya magisnya terasa sedikit menurun. Beberapa bagian tampak kurang eksploratif, seolah film ini memilih bermain aman ketimbang benar-benar lepas kendali secara visual.
Kesimpulan
Pada akhirnya, The SpongeBob Movie: Search for SquarePants adalah film SpongeBob seperti yang kita harapkan yakni lucu, berisik, penuh energi, dan tidak terlalu peduli apakah ceritanya masuk akal atau tidak.
Film ini mungkin bukan petualangan SpongeBob terbaik sepanjang masa, tetapi tetap bekerja sebagai hiburan ringan yang tahu betul siapa audiensnya.


















