10 Fakta Lee Cronin’s The Mummy, Franchise Klasik yang Menjadi Horor

- Lee Cronin’s The Mummy hadir sebagai spinoff horor supernatural independen, kembali ke akar klasik franchise dengan nuansa gelap dan tragis, berbeda dari versi aksi-komedi sebelumnya.
- Film ini digarap oleh sutradara Lee Cronin bersama produser horor ternama James Wan dan Jason Blum, menampilkan kisah jurnalis yang menemukan putrinya hidup kembali seperti mumi di Mesir.
- Dengan durasi 133 menit dan budget USD 22 juta, film ini tayang April 2026 serta meraih rating 46% di Rotten Tomatoes karena dianggap terlalu panjang dan penuh adegan gore.
Setelah vakum selama hanpir 10 tahun, film The Mummy kembali hadir lewat spinoff berjudul Lee Cronin’s The Mummy. Film ini berdiri independen dari seri film The Mummy dari Stephen Sommers, maupun versi Dark Universe yang gagal total.
Ditukangi oleh sutradara horor Lee Cronin, film ini menjadi stopgap sebelum nantinya film keempat The Mummy dari universe Sommers rilis di tahun 2028.
Apa yang menarik dari Lee Cronin’s The Mummy, dan apa yang membedakannya dengan film The Mummy pada umumnya?
Table of Content
1. Kembali ke akar horor

Berbeda dari The Mummy versi Brendan Fraser atau versi Dark Universe, Lee Cronin’s The Mummy sepenuhnya diarahkan sebagai horor supernatural.
Film ini memiliki nuansa gelap dan tragis, bukan aksi komedi atau blockbuster petualangan yang penuh ledakan.
The Mummy sendiri merupakan franchise klasik dimana iterasi-iterasinya sejak tahun 1932 memiliki nuansa horor yang kuat.
2. Lahir dari otak Lee Cronin

Lee Cronin, yang sebelumnya sukses dengan The Hole in the Ground dan Evil Dead Rise, menulis sekaligus menyutradarai film ini.
Di tangannya, Cronin menjadikan The Mummy sebuah proyek horor dengan gaya auteur yang menonjolkan ciri khasnya.
3. Ditangani produser film horor kenamaan

Dua maestro horor modern, James Wan dan Jason Blum, ikut terlibat sebagai produser. Mereka memiliki reputasi di bidang film horor.
James Wan merupakan salah satu kreator seri Saw, Insidious, dan The Conjuring.
Sementara itu, Jason Blum merupakan pemilik Blumhouse Productions yang merilis film horor seperti Paranormal Activity, Insidious, Split, Get Out, dan masih banyak lagi.
4. Sinopsis Lee Cronin’s The Mummy

Cerita Lee Cronin’s The Mummy menuturkan seorang jurnalis bernama Charlie Cannon, yang kehilangan putrinya, Katie di gurun Kairo.
Delapan tahun kemudian, Katie ditemukan di dalam sarkofagus dengan kondisi bagaikan mumi. Meski demikian, Charlie dan keluarganya membawa Katie pulang.
Sepulangnya mereka, Kaite bertingkah aneh bagaikan kesurupan. Charlie pun mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada anaknya.
5. Durasi panjang untuk film horor

Lee Cronin’s The Mummy memiliki durasi sepanjang 133 menit (2 jam 14 menit), relatif panjang untuk genre horor
Durasi panjang ini memberikan efek slow burn kepada penonton, sehingga kengeriannya meresap perlahan.
6. Mengusung dua bahasa

Film ini tayang dengan mengusung dua bahasa berbeda, Inggris dan Arab.
Bahasa Inggris digunakan dalam percakapan Charlie dan tokoh-tokoh lainnya yang berasal dari Amerika Serikat.
Sementara itu, bahasa Arab lebih sering terdengar dalam setting di Mesir, utamanya yang terkait dengan artifak kuno.
7. Budget relatif kecil

Dengan budget hanya USD 22 juta, film ini punya biaya produksi yang jauh lebih hemat dibandingkan adaptasi besar sebelumnya.
Terlepas dengan budget tersebut, Lee Cronin dapat memanfaatkan biaya produksinya untuk menciptakan film The Mummy dalam versi idealnya.
Perlu diperhatikan juga bahwa budget produksi ini belum termasuk dengan budget marketing, sehingga biaya totalnya bisa lebih besar lagi.
8. Tanggal rilis Lee Cronin’s The Mummy

Premiere Lee Cronin’s The Mummy berlangsung tanggal 9 April 2026 di Los Angeles, sebelum perilisan serentak di Amerika Serikat pada tanggal 17 April 2026
Sementara itu, film ini rilis lebih cepat di Indonesia, tepatnya pada tanggal 15 April 2026, untuk mengantisipasi animo penonton di kawasan Asia.
9. Performa box office Lee Cronin’s The Mummy

Per tanggal 18 April 2026, Lee Cronin’s The Mummy sudah mendapatkan kembali keuntungan sebesar USD 1,5 juta dalam hari pembukaannya.
Film ini diproyeksi memperoleh keuntungan box office sebesar USD 13 juta dalam 3 hari pertamanya di Amerika Serikat.
10. Penuh gore, tapi terlalu panjang

Lee Cronin’s The Mummy memperoleh rating 46% di Rotten Tomatoes, hasil agregasi dari 114 review dari media dan kritikus terverifikasi.
Banyak kritikus yang mengkritik durasi panjang film ini, yang dipadukan dengan nuansa gore yang sedikit berlebihan.


















