Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
For
You

10 Film Populer yang Dilarang Tayang di Indonesia, Apa Alasannya?

10 Film Populer yang Dilarang Tayang di Indonesia, Apa Alasannya?
Fifty shades grey (New yorker)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Banyak film populer, baik lokal maupun internasional, dilarang tayang di Indonesia karena tidak lolos sensor LSF akibat konten sensitif seperti agama, politik, kekerasan ekstrem, dan unsur dewasa.
  • Beberapa judul terkenal seperti Schindler’s List, Noah, Fifty Shades of Grey, hingga The Interview menjadi sorotan publik karena pelarangannya menimbulkan perdebatan di kalangan penonton.
  • Pelarangan ini menunjukkan upaya menjaga norma sosial dan moral masyarakat Indonesia sekaligus memunculkan diskusi tentang batas kebebasan berekspresi dalam industri perfilman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tidak semua film populer bisa tayang bebas di Indonesia. Lewat proses sensor yang ketat dari LSF, tentunya banyak film akhirnya tidak lolos karena dianggap mengandung unsur sensitif, baik dari sisi agama, politik, hingga konten dewasa.

Beberapa di antaranya bahkan sempat jadi perbincangan besar karena popularitasnya di luar negeri. Berikut 10 film populer yang pernah dilarang tayang di Indonesia beserta alasannya.

1. Schindler’s List (1993)

sch the jewish standard.jpg
Schindler's list (the jewish standard)

Merupakan karya dari sutradara terkenal yaitu Steven Spielberg. Sayangnya, Schindler's List sempat tidak lolos sensor di Indonesia karena mengangkat isu sensitif terkait Holocaust dan politik dunia.

2. Evil Dead (2013)

evil dead time out.jpg
evil dead (time out)

Film horor ini dilarang karena menampilkan adegan kekerasan yang sangat sadis dan penuh darah, dianggap terlalu ekstrem untuk penonton Indonesia.

3. Noah (2014)

noah variety.jpg
noah (variety)

Noah menjadi salah satu film paling kontroversial karena mengangkat kisah Nabi Nuh dengan interpretasi fiksi. Hal ini dianggap sensitif dari sisi agama dan berpotensi menimbulkan polemik. Padahal film ini dibintangi bintang sekaliber Russel Crowe.

4. Dirty Grandpa (2016)

dirty grandpa prime.jpg
dirty grandpa (prime)

Film komedi ini tidak lolos sensor karena banyak mengandung humor dewasa dan dialog vulgar yang dinilai tidak sesuai dengan norma lokal.

5. Fifty Shades of Grey (2015)

fsg new yorker.jpg
Fifty shades grey (New yorker)

Film yang dibintangi oleh Dakota Johnson dan James Dorman ini termasuk yang paling terkena danl dilarang tayang di Indonesia karena mengandung adegan seksual eksplisit yang cukup dominan. Banyak fans yang cukup kesal saat film ini dilarang tayang.

6. Saw 3D: The Final Chapter (2010)

saw femalefirst.jpg
saw (female first)

Sebagai bagian dari franchise horor terkenal, yaitu franchise Saw, film ini dilarang karena menampilkan adegan penyiksaan yang terlalu sadis dan tidak memenuhi standar sensor.

7. Possession (1981)

poss (lunatics).png
possession (lunatics)

Sebagai film horor klasik, Possession juga masuk daftar larangan karena kontennya yang dianggap terlalu disturbing dan tidak sesuai dengan standar tayang di Indonesia.

8. Pocong (2006)

pocong kapanlagi.jpg
pocong (kapanlagi)

Dari film lokal, Pocong sempat dilarang karena dinilai terlalu menyeramkan, mengandung kekerasan, serta menyentuh isu sensitif yang berpotensi berdampak negatif.

9. Irreversible (2002)

irrev imdb.jpg
irreversible (imdb)

Film ini terkenal dengan adegan kekerasan dan seksual yang sangat eksplisit, sehingga tidak diizinkan tayang karena dianggap berpotensi memberi pengaruh buruk.

10. The Interview (2014)

the int vox.jpg
the interview (vox)

Film ini sempat menuai kontroversi global karena mengangkat isu politik terkait Korea Utara. Unsur sensitif tersebut membuat penayangannya dibatasi di berbagai negara.

Itu dia 10 film populer yang dilarang tayang di Indonesia. Dari daftar di atas, terlihat bahwa alasan pelarangan film di Indonesia cukup konsisten: konten yang terlalu vulgar, kekerasan ekstrem, atau isu sensitif seperti agama dan politik.

Di satu sisi, ini menunjukkan adanya upaya menjaga norma dan stabilitas sosial. Di sisi lain, hal ini juga membuka ruang diskusi tentang batasan kreativitas dalam dunia perfilman.

Nah, bagaimana menurut kamu? Apakah ada film yang kamu sayangkan sehingga tidak tampil di bioskop Indonesia? Atau kamu setuju dengan larangan LSF?

Share
Topics
Editorial Team
Doni Jaelani
EditorDoni Jaelani
Follow Us

Related Articles

See More