Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
For
You

Jangan Salah Lagi, Ini Perbedaan Manga, Manhwa dan Manhua!

perbedaan manga manhwa manhua (cbr.com).jpg
perbedaan manga manhwa manhua (cbr.com)

Perbedaan manga, manhwa dan manhua sering membuat pembaca baru bingung. Ketiganya sama-sama komik Asia, sama-sama visual, dan sama-sama populer di platform digital.

Namun, dibalik tampilannya yang sekilas mirip, ada latar budaya, cara baca, hingga industri yang berbeda.

Istilah manga, manhwa, dan manhua kini makin sering muncul di media sosial dan aplikasi baca komik.

Banyak orang mengenalnya dari adaptasi anime, drama Korea, atau donghua asal Tiongkok.

Dari sini, wajar jika muncul rasa penasaran soal apa bedanya manga, manhwa dan manhua, terutama bagi pembaca yang baru mulai menjelajah dunia komik Asia.

Akar Budaya yang Membentuk Cerita dan Karakter

perbedaan manga manhwa manhua (hitekno.com).jpg
Akar Budaya yang Membentuk Cerita dan Karakter (hitekno.com)

Manga lahir dan berkembang di Jepang, dengan sejarah panjang sejak era pasca-Perang Dunia II. Banyak judul mengangkat mitologi lokal seperti yokai, kisah samurai, atau nilai kedisiplinan khas Jepang.

Tema persahabatan, kerja keras, dan konflik batin sering muncul, bahkan di cerita action sekalipun.

Pendekatan ini membuat manga terasa konsisten dan mudah dikenali, baik oleh pembaca lokal maupun global.

Manhwa berasal dari Korea Selatan dan tumbuh pesat sejak era internet.

Ceritanya sering menyinggung hierarki sosial, tekanan akademik, dunia kerja, hingga makanan dan gaya hidup urban Korea.

Pengaruh drama televisi juga terasa kuat, terutama pada genre romance dan fantasy modern.

Popularitasnya melonjak sejak platform digital seperti Webtoon memudahkan distribusi ke pembaca internasional.

Manhua berkembang di Tiongkok, termasuk wilayah Taiwan dan Hong Kong, dengan akar kuat dari sastra klasik.

Cerita wuxia dan xianxia banyak diadaptasi dari novel web yang sudah lebih dulu viral. Tokohnya kerap digambarkan sangat kuat, dengan konflik politik dan peradaban yang kompleks.

Perbedaan manga, manhwa dan manhua dari segi budaya ini berpengaruh langsung pada rasa cerita. Pembaca bisa merasakan nilai sosial dan cara pandang negara asalnya, tanpa perlu penjelasan panjang.

Di sinilah ketiganya menemukan identitas masing-masing dan berhasil menarik basis penggemar yang berbeda.

Cara Membaca yang Membentuk Kenyamanan

perbedaan manga manhwa manhua (ggwp.id).jpg
Cara Membaca yang Membentuk Kenyamanan (ggwp.id)

Perbedaan berikutnya terasa sejak halaman pertama dibuka. Cara membaca manga, manhwa dan manhua tidak selalu sama, dan ini sering jadi sumber kebingungan bagi pembaca baru.

Manga dibaca dari kanan ke kiri, mengikuti sistem tulisan Jepang. Panelnya mengalir vertikal dan horizontal, dengan ritme yang sudah dirancang untuk kebiasaan tersebut.

Bagi pembaca yang terbiasa buku latin, arah ini memang membutuhkan adaptasi lebih. Namun setelah terbiasa, alurnya terasa alami. Banyak mangaka memanfaatkan arah baca ini untuk membangun ketegangan, terutama pada adegan aksi dan klimaks cerita.

Manhwa mengambil pendekatan berbeda. Sebagian besar dibaca dari kiri ke kanan, sama seperti buku modern. Sejak era digital, format scroll vertikal jadi standar, terutama di platform seperti Naver Webtoon atau KakaoPage.

Panel disusun memanjang ke bawah, sehingga pembaca tinggal scroll layar tanpa hsrus memikirkan halaman. Format sangat nyaman bagi pengguna ponsel. Transisi antar adegan dibuat lebih halus, dengan jarak panel yang pas.

Manhua berada di tengah. Secara tradisional, banyak judul mengikuti arah kanan ke kiri seperti manga. Namun versi digitalnya mulai mengadopsi format vertikal ala manhwa.

Adaptasi ini dipengaruhi platform baca online di Tiongkok yang menargetkan pembaca mobile dalam jumlah besar. Perbedaan arah baca ini memengaruhi tempo cerita, fokus visual, dan cara emosi disampaikan.

Gaya Visual yang Langsung Terlihat Sejak Halaman Pertama

perbedaan manga manhwa manhua (bali.viva.co.id).jpg
Gaya Visual yang Langsung Terlihat Sejak Halaman Pertama (bali.viva.co.id)

Perbedaan gaya gambar manga, manhwa dan manhua paling mudah dikenali dari warna dan detail visual.

Manga umumnya dicetak hitam putih. Garisnya tegas, detail shading dikerjakan dengan teliti, dan ekspresi karakter dibuat sangat dramatis.

Format tersebut mendukung ritme produksi mingguan di majalah seperti Shonen Jump, sekaligus menjaga konsistensi visual dalam jangka panjang.

Pendekatan hitam putih juga memberi ruang bagi imajinasi pembaca. Fokus cerita lebih terasa pada emosi dan geraknya, bukan pada warna. Karena itu, adegan pertarungan atau momen hening sering terasa kuat meski tanpa palet warna penuh.

Manhwa memilih jalur berbeda. Sebagian besar terbit dalam warna penuh, dengan gaya visual yang lebih halus dan realistis. Wajah karakter dibuat simetris, busana tampak modern, dan latar diberi warna cerah.

Warna juga berfungsi sebagai penanda suasana. Adegan romantis, konflik, atau komedi bisa langsung terbaca dari palet yang digunakan.

Manhua juga menggunakan warna, namun dengan pendekatan lebih megah. Pengaruh seni tradisional Tiongkok sangat terlihat pada desain kostum, senjata, dan dunia fantasi yang diusung.

Karakter sering digambarkan berlebihan, baik dari segi kekuatan maupun visual. Gaya ini sejalan dengan cerita kultivasi dan nuansa epik yang jadi ciri khasnya.

Pilihan visual ini lahir dari medium dan target pembaca. Manga tetap bertahan dengan tradisi cetaknya, sementara manhwa dan manhua berkembang bersama teknologi digital. Perbedaan tersebut membuat tiap format punya daya tarik sendiri bagi pembaca.

Cara Terbit dan Distribusi yang Mengubah Kebiasaan Membaca

perbedaan manga manhwa manhua (global.dafunda.com).jpg
Cara Terbit dan Distribusi yang Mengubah Kebiasaan Membaca (global.dafunda.com)

Format publikasi ikut membentuk cara pembaca menikmati ceritanya. Manga sejak lama mengandalkan terbitan fisik. Judul populer biasanya dimuat mingguan di majalah, lalu dikumpulkan dalam bentuk tankobon.

Model ini membuat pembaca terbiasa menunggu update, sekaligus membangun ikatan jangka panjang dengan seri favoritnya. Industri Jepang juga mendorong adaptasi lintas media. Banyak manga sukses berlanjut ke anime, film, hingga game.

Manhwa berkembang di jalur yang berbeda. Platform digital seperti Naver Webtoon dan KakaoPage menjadi rumah utama bagi kreatornya. Episode dirilis rutin, dibaca dengan scroll vertikal, dan dimonetisasi lewat iklan atau sistem koin.

Distribusi digital juga mempercepat respons pembaca. Komentar dan rating bisa langsung memengaruhi arah cerita. Pasalnya, kreator manhwa kerap menyesuaikan alur berdasarkan reaksi audiens.

Manhua mengikuti pola serupa, terutama di aplikasi seperti Tencent Comics dan Bilibili. Banyak judul berasal dari novel web yang sudah punya basis penggemar besar.

Karena itu, serialisasinya cenderung panjang dan padat. Akses global makin terbuka, meski terjemahan resminya masih terbatas di beberapa wilayah.

Perbedaan format ini menjelaskan kenapa pengalaman membaca terasa berbeda. Manga terasa klasik dan terstruktur, manhwa praktis dan cepat, sementara manhua terkenal agresif dalam hal kuantitas konten.

Tema Cerita yang Membentuk Ekspektasi Pembaca

perbedaan manga manhwa manhua (duniaku.idntimes.com).jpg
Tema Cerita yang Membentuk Ekspektasi Pembaca (duniaku.idntimes.com)

Tema yang diangkat sering jadi pembeda paling terasa setelah beberapa chapter. Manga dikenal punya spektrum genre yang luas. Cerita aksi remaja, romansa, hingga drama dewasa berjalan berdampingan.

Pola seperti peningkatan kekuatan atau hubungan romantis memang sering muncul, namun biasanya dibangun perlahan dengan konflik batin yang cukup kuat.

Pendekatan ini dibuat agar pembaca bisa merasa tumbuh bersama karakternya. Perubahan sikap dan keputusan tokoh utama terasa masuk akal, meski ceritanya panjang.

Manhwa cenderung lebih direct. Tema reinkarnasi, balas dendam, atau romansa modern mendominasi. Pengaruh budaya pop Korea terasa jelas, termasuk dinamika kerja, keluarga, dan hubungan sosial. Tokohnya dibuat lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, meski memang latarnya dibuat fantasy.

Cerita sering bergerak cepat. Konflik muncul sejak awal, lalu berkembang tanpa banyak jeda. Pola ini cocok dengan kebiasaan membaca singkat di perangkat mobile. Pembaca bisa langsung tahu arah ceritanya tanpa harus menunggu terlalu lama.

Manhua banyak mengambil jalur kultivasi dan sistem peningkatan kekuatan. Tokoh utama sering digambarkan sangat kuat sejak awal atau berkembang dengan cepat.

Intrik politik, klan, dan dunia fantasy skala besar jadi hidangan utamanya. Cerita terasa padat dan adiktif, meski bagi sebagian orang polanya mudah sekali untuk ditebak.

Perbedaan tema ini tidak lepas dari sumber cerita. Manga banyak lahir dari ide orisinal, manhwa dari tren budaya populer, dan manhua dari novel web yang sudah terbukti diminati.

Industri dan Kreator di Balik Layar

perbedaan manga manhwa manhua (ketik.com).jpg
Industri dan Kreator di Balik Layar (ketik.com)

Di balik setiap judul yang rilis, ada sistem kerja yang berbeda. Pencipta manga dikenal sebagai mangaka. Mereka bekerja di bawah pengawasan editor dengan jadwal ketat.

Proses ini dilakukan demi menjaga kualitas cerita dan visualnya, meski sering berdampak pada waktu rilis yang panjang dan tekanan kerja tinggi.

Struktur industri Jepang membuat arah cerita lebih terkontrol. Editor berperan aktif dalam pengembangan karakter dan alur. Sehingga bisa terlihat pada konsistensi kualitasnya, terutama pada judul besar yang berjalan selama bertahun-tahun.

Manhwa dikerjakan oleh manhwa-ga atau kreator webtoon. Banyak diantaranya bekerja lebih independen melalui platform digital. Feedback pembaca datang cepat lewat komentar dan rating.

Namun ritme produksi yang cepat juga membawa beberapa kendala. Beberapa judul mengandalkan tim kecil dengan beban kerja tinggi. Meski begitu, fleksibilitas format memberi ruang bagi gaya visual dan narasi yang lebih beragam.

Manhua sering melibatkan tim besar. Penciptanya disebut manhuajia, dan banyak proyek berasal dari adaptasi novel populer. Pembagian kerja memungkinkan rilis cepat dan konsisten, namun terkadang mengorbankan orisinalitas. Pola cerita yang mirip antar judul cukup sering ditemukan.

Perbedaan sistem industri ini menjelaskan kenapa kualitas dan ritme cerita dari ketiganya terasa tidak sama. Masing-masing format punya kekuatan dan keterbatasan yang memengaruhi experience.

FAQ

Apa bedanya manga manhwa dan manhua?

Manga berasal dari Jepang dan dibaca kanan ke kiri, manhwa dari Korea Selatan dengan format scroll vertikal, sedangkan manhua dari Tiongkok dengan cerita kultivasi dan sistem kekuatan.

Kenapa manga dibaca dari kanan ke kiri?

Karena mengikuti sistem tulisan Jepang tradisional yang memengaruhi tata panel dan alur cerita.

Kenapa manhwa lebih enak dibaca di HP?

Manhwa dirancang dalam format scroll vertikal dan full color, sehingga nyaman dibaca di layar smartphone.

Apakah manhua selalu tentang kultivasi dan dunia fantasi?

Sebagian besar iya, karena banyak diadaptasi dari novel web Tiongkok yang mengangkat tema kekuatan spiritual dan intrik dunia kuno.

Manga manhwa manhua mana yang cocok untuk pemula?

Manhwa paling ramah untuk pemula, manga cocok untuk yang suka cerita bertahap, dan manhua pas untuk pembaca yang suka cerita panjang.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Jaelani
EditorDoni Jaelani
Follow Us

Latest in Entertainment

See More

Jangan Salah Lagi, Ini Perbedaan Manga, Manhwa dan Manhua!

20 Jan 2026, 11:00 WIBEntertainment